Kesehatan

Kenali 5 Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan

PFI Mega Life
 18 Nov 2020
Penyakit jantung bawaan (Congenital Heart Defects) adalah kelainan pada organ jantung sejak lahir. Kenali faktor risiko dan semua fakta ilmiah penyakit ini.

Kenali 5 Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan atau disebut juga Congenital Heart Defects (CHD) adalah kelainan bawaan yang tergolong tinggi dan sering ditemukan. Angka kejadian penyakit jantung bawaan di seluruh dunia diperkirakan mencapai 1,2 juta kasus dari 135 juta kelahiran setiap tahunnya dengan 40% merupakan kasus berat.

Di Indonesia, tercatat hingga 43.200 kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup (9:1000) per tahun. Pahami lebih lanjut fakta ilmiah penyakit jantung bawaan berikut ini.

 

Apa itu Penyakit Jantung Bawaan?

Penyakit jantung bawaan adalah kondisi terjadi satu atau lebih kelainan/masalah dengan struktur atau fungsi jantung sejak lahir (kongenital). Pada kasus penyakit jantung bawaan, dapat terjadi kemungkinan kondisi abnormal terhadap fungsi jantung didalam tubuh, misalnya penyumbatan aliran darah, perlambatan aliran darah, atau jalur aliran darah yang tidak semestinya dsbnya.

Hal ini disebabkan karena struktur seperti dinding jantung, katup jantung maupun pembuluh darah yang ada di dekat jantung tidak berfungsi atau pada posisi yang normal. Sifatnya bisa yang ringan (lubang kecil yang tidak signifikan), hingga yang serius dan rumit sehingga membutuhkan operasi kompleks.

Ada pula kemungkinan beberapa penyakit jantung bawaan yang tidak menyebabkan masalah alias tidak bergejala, menimbulkan sakit atau risiko kematian. Namun, pada kasus rata-rata yang bersifat kompleks, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi keselamatan jiwa.

 

Gejala & Diagnosis Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan tidak selalu menunjukkan gejala atau tanda-tanda, baik semasa lahir atau kanak-kanak. Pada beberapa kasus, keluhan akibat penyakit jantung bawaan bahkan hanya akan dirasakan setelah dewasa. Namun, ada juga kemungkinan gejala penyakit jantung bawaan kambuh setelah seseorang telah pernah menjalani perawatan sebelumnya.

Gejala penyakit jantung bawaan tergantung pada jenis dan tingkat keseriusan cacat yang diderita. Pada beberapa bayi, gejala penyakit jantung bawaan yang bisa terjadi antara lain:

  • Kuku, kulit, atau bagian bibir membiru (cyanosis)
  • Pernapasan cepat atau bermasalah
  • Cepat lelah saat menyusui
  • Sering mengantuk/lelah
  • Sering mengalami infeksi saluran napas
  • Berat badan bayi kurang/di bawah rata-rata

 

Gejala penyakit jantung bawaan yang mungkin diderita anak dan orang dewasa antara lain:

  • Gangguan pertumbuhan dan aktivitas
  • Keluhan nyeri dada atau pingsan
  • Pembengkakan bagian tubuh atau organ tubuh (edema)
  • Sirkulasi darah yang buruk
  • Degup jantung tidak teratur (arrhythmias)

 

Gejala penyakit jantung bawaan pada anak bayi dan anak akan terlihat lebih nyata, dibandingkan gejala pada orang dewasa yang tidak selalu muncul secara fisik atau nyata.

Beberapa kasus diagnosis penyakit jantung bawaan bisa dideteksi pada saat kehamilan dengan menggunakan sejenis pemeriksaan ultrasound (USG) khusus, Fetal Echocardiogram. Pada pemeriksaan ini, kondisi jantung bayi dalam kandungan akan bisa terlihat cukup jelas.

Diagnosis dengan USG tersebut juga tidak pasti menjamin karena beberapa kasus penyakit jantung bawaan hanya terlihat setelah lahir atau saat beranjak dewasa. Untuk diagnosis lanjutan, dokter akan memeriksa secara fisik dan penunjang, misalnya dari catatan pertumbuhan sesuai usia, berat dan tinggi badan, termasuk juga memeriksa denyut dan suara jantung yang tidak normal atau terjadinya pembesaran liver.

 

5 Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

Kenali 5 Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan

Selama masa kehamilan 6 minggu pertama, jantung janin mulai terbentuk dan memiliki detak. Pada masa yang krusial ini, pembuluh darah utama yang mengalir dari dan ke jantung juga mulai terbentuk.

Hingga kini, penyebab penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti oleh para ilmuwan. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung pada bayi, antara lain:

1.  Rubella (Campak Jerman)

Wanita hamil yang usia kehamilannya belum 5 bulan, jika terserang rubella harus diwaspadai. Hal tersebut karena rubella berpotensi untuk menimbulkan sindrom rubella kongenital yang bisa berdampak pada bayi setelah kelahiran. Apa yang terjadi pada bayi dengan ibu yang terinfeksi rubella? Kondisi-kondisi berikut ini yang bisa terjadi:

  • Tidak mendengar atau tuli.
  • Katarak.
  • Penyakit jantung bawaan.
  • Paru-paru, organ hati, hingga otak tidak dapat berfungsi secara normal.

 

Rubella berasal dari virus rubella yang mudah menyebar dan biasanya melalui saluran pernapasan. Rubella juga bisa ditularkan melalui berbagi makanan atau minuman dengan pengidap, serta menyentuh beberapa bagian tubuh. Selain itu, rubella bisa menyebar dari ibu hamil ke anak dalam kandungan melalui aliran darah.

Untuk pencegahan rubella pada wanita hamil sehingga menghindari penyakit jantung bawaan, sebaiknya ibu hamil sudah mendapatkan vaksinasi dan menjaga kebersihan diri.

2.  Diabetes

Menurut studi terbaru, penyakit jantung bawaan pada bayi berkaitan dengan peningkatan kadar gula darah pada ibu hamil. Penelitian dari Stanford University School of Medicine dan Stanford Children’s Health menunjukkan, kadar gula darah yang tinggi berisiko memiliki bayi dengan penyakit jantung bawaan.

Dalam studi tersebut, para peneliti memeriksa sampel darah dari 277 wanita California selama trimester kedua masa kehamilan. Kelompok kontrol terdiri atas 180 wanita dengan bayi tanpa penyakit jantung bawaan, sedangkan yang lainnya memiliki bayi dengan dua kelainan jantung serius.

Beberapa wanita yang memiliki riwayat keluarga diabetes bisa berpotensi mengalami diabetes gestasional yaitu diabetes yang dialami ibu pada masa kehamilan. Selama masa kehamilan, ibu akan mengalami perubahan metabolik yang dapat mempengaruhi gula darah dalam tubuh.

Untuk mengurangi risiko penyakit jantung bawaan akibat diabetes, sebaiknya para wanita lebih berhati-hati dalam kontrol gula darah. Ini bahkan sebelum mencoba hamil dan semasa kehamilan itu sendiri.

3.  Konsumsi Obat-obatan

Beberapa konsumsi obat selama kehamilan bisa meningkatkan risiko cacat pada bayi, termasuk juga penyakit jantung. Ada serangkaian obat-obatan yang harus dihindari, terutama yang memiliki kandungan seperti thalidomide, lithium, isotretinoin, ACE, dan statin.

Ibu hamil memang harus ekstra hati-hati dalam konsumsi obat selama kehamilan, bahkan termasuk untuk obat bebas dan skincare, terutama jika digunakan dalam jumlah besar. Demi menghindari penyakit jantung bawaan semasa hamil, selalu konsultasikan kebutuhan resep dan obat-obatan kepada dokter sebelum dikonsumsi.

4.  Konsumsi Alkohol & Merokok

Para wanita yang merokok dan sering minum alkohol selama kehamilan akan meningkatkan risiko kelahiran bayi dengan penyakit jantung bawaan. Risiko ini semakin meningkat sesuai dengan aktivitas merokok.

Pada perokok berat, kenaikan risiko dengan persentase hingga 50-70% akan terjadi pada bayi dimana kondisi penyakit jantung bawaan pada bayi berupa abnormalitas pada katup dan aliran darah menuju paru-paru.

Secara terpisah, ada kemungkinan di atas 20% penyakit jantung bawaan pada bayi berupa lubang pada jantung pada ruang jantung. Seluruh kondisi tersebut membutuhkan prosedur korektif berupa operasi kompleks.

Karena itu, sangat disarankan agar wanita dan ibu hamil menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol untuk memastikan kondisi kesehatan bayi. Selain risiko penyakit jantung bawaan, beberapa riset juga menunjukan risiko cacat fisik dan mental pada bayi yang mengalami paparan terhadap rokok dan alkohol semasa di kandungan.

5.  Hereditas/Riwayat Biologis

Risiko penyakit jantung bawaan pada bayi juga merupakan penyakit turunan yang berkaitan dengan sindrom genetik. Contohnya adalah pada anak-anak dengan down sindrom, terjadi penambahan kromosom trisomi 21, kemungkinan mengalami penyakit jantung bawaan karena material genetika yang berkaitan dengan cacat jantung.

 

Pencegahan Risiko Penyakit Jantung Bawaan Sejak Bayi

Kenali 5 Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan

Setelah mengetahui beberapa faktor penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung bawaan pada bayi, sewajarnya dilakukan beberapa langkah pencegahan selama bayi masih berada di dalam kandungan.

Kunci pencegahan penyakit jantung bawaan adalah pemeriksaan sebelum kehamilan (prenatal) dan selama kehamilan (antenatal) yang baik. Hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan risiko tinggi seperti pada wanita di atas usia 35 tahun, pernikahan sedarah (konsanguitas) atau dengan kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, disarankan agar melakukan pemeriksaan antenatal di dokter spesialis kandungan secara teratur.

Kontrol gula darah yang baik sebelum kehamilan dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung bawaan. Selain itu, ada beberapa suplemen atau vitamin kehamilan yang diperkirakan dapat menurunkan risiko penyakit jantung bawaan pada wanita dengan diabetes, misalnya suplementasi asam folat.

Imunisasi rubella dapat dengan efektif mencegah terjadinya rubella sehingga penyakit jantung bawaan pada bayi yang berkaitan dengan rubella dapat dihindari. Ibu juga sebaiknya berhati-hati dalam penggunaan obat, baik itu obat luar (seperti obat jerawat karena dapat mengandung asam retinoat) maupun obat minum (seperti obat anti kejang dan obat antihipertensi).

 

Perlengkapi Diri dan Keluarga dengan Penyakit Jantung Bawaan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyakit jantung bawaan memang tidak selalu berbahaya walaupun merupakan kondisi genetik sejak lahir. Beberapa kasus penyakit jantung bawaan bahkan tidak menunjukkan gejala apapun hingga menjelang dewasa. Pada beberapa pasien penderita penyakit jantung bawaan ringan, aktivitas mereka tidak akan banyak terganggu dan hanya membutuhkan bantuan pemberian obat untuk bisa hidup normal.

Penyakit jantung bawaan yang kambuh pada saat kanak-kanak hingga dewasa bisa bervariasi tingkat keseriusannya. Jika kasusnya tidak bisa diselesaikan dengan obat, dibutuhkan penanganan prosedur medis berupa kateterisasi jantung (pemasangan kateter), atau operasi jantung terbuka. Pada prinsipnya, perawatan yang tepat dan cepat bisa memberikan kesempatan pulih dan sembuh.

Inilah sebabnya, setiap orang sangat wajib untuk memiliki asuransi kesehatan untuk melindungi diri dan keluarga dari potensi penyakit jantung bawaan yang tergolong sulit ditebak. Demi bisa mencapai kesembuhan maksimal, Anda butuh proteksi terbaik berupa asuransi kesehatan dari PFI Mega Life. 

Anda bisa memilih produk Mega Comforta, asuransi berjangka yang memberikan manfaat perlindungan asuransi jiwa. Selain itu, Mega Comforta dilengkapi perlindungan terhadap penyakit kritis dan manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan.

Dengan perlindungan Mega Comforta, Anda bisa menjalani masa perawatan serta pemulihan secara tenang. Ini karena hilangnya potensi penghasilan harian saat Anda dirawat, akan ditanggung PFI Mega Life.

Segera dapatkan proteksi untuk kesehatan Anda dan keluarga dari penyedia asuransi terpercaya PFI Mega Life. Pilih sesuai kebutuhan dan sesuaikan premi yang paling nyaman untuk Anda, hubungi sekarang juga!

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.