Kesehatan

8 Langkah untuk Melakukan Pencegahan DBD Dengan Mudah

PFI Mega Life
 30 Jun 2020
Penyakit DBD masih mewabah di Indonesia. Lakukan langkah-langkah pencegahan DBD untuk melindungi diri Anda dan keluarga dari penyakit ini.

8 Langkah untuk Melakukan Pencegahan DBD Dengan Mudah

Wabah demam berdarah dengue (DBD) masih mengintai. Penyakit DBD biasanya muncul pada pertengahan musim hujan pada akhir tahun. Dalam situs Kompas.com disebutkan Indonesia adalah negara dengan penderita DBD terbanyak kedua di dunia setelah Brazil.

DBD adalah penyakit yang banyak muncul di negara tropis. DBD tidak boleh diremehkan karena dapat berujung pada kematian. Penyakit ini dapat menyerang orang dewasa maupun anak-anak. Karena itu, Anda perlu rajin melakukan langkah-langkah pencegahan DBD. Ikuti panduan pencegahan DBD baik dengan 3M maupun 5M untuk melindungi keluarga dari penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini.

Langkah-langkah Pencegahan DBD

DBD adalah penyakit yang disebabkan virus dengue yang terbagi ke dalam empat tipe, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Virus dengue masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sampai saat ini, angka kejadian DBD di banyak wilayah di Indonesia tergolong tinggi. Jumlah korban yang meninggal akibat DBD pun tidak sedikit.

Langkah utama mencegah terjadinya wabah DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan. Selama bertahun-tahun, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendorong masyarakat melakukan pencegahan DBD 3M. Saat ini, langkah pencegahan DBD 3M telah berkembang menjadi pencegahan DBD 5M. Berikut berbagai langkah pencegahan DBD yang dapat Anda lakukan untuk melindungi keluarga dari risiko DBD.

1.  Menguras Tempat Penampungan Air

Bagi Anda yang menggunakan bak mandi, dianjurkan mengurasnya secara berkala, minimal sekali dalam seminggu. Dalam situs CNN Indonesia, Guru Besar Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan FKUI-RSCM, Sri Rezeki Hadinegoro, menjelaskan tindakan menguras bak mandi bertujuan memutus siklus hidup nyamuk yang hanya berumur 2–3 bulan dari telur hingga dewasa dan mati.

Ia menambahkan, telur nyamuk Aedes aegypti menetas dua hari setelah menyentuh air. Setiap hari, nyamuk bertelur sebanyak tiga kali. Bisa dibayangkan bila air tidak pernah dikuras, berapa banyak jentik yang hidup dan menjadi nyamuk.

Setelah menguras bak mandi, pastikan Anda juga membersihkan dindingnya karena kadang telur nyamuk juga menempel di situ. Setelah itu, taburi air dengan bubuk larvasida yang berfungsi membunuh telur dan jentik nyamuk di genangan air sebelum menjadi dewasa.

2.  Menutup Rapat Tempat Penampungan Air

Langkah ini merupakan bagian dari pencegahan DBD 3M. Bak mandi biasanya memang tidak ditutup. Namun, Anda dapat menutup tempat penampungan air lainnya, terutama yang berukuran kecil seperti ember, baskom, atau gentong. Tutup rapat agar nyamuk tidak bisa masuk dan berkembang biak di dalamnya. Jangan lupa juga untuk mengurasnya secara berkala, setidaknya dua kali dalam seminggu, dan menaburi air dengan bubuk larvasida.

3.  Mengubur Barang Bekas

Barang-barang bekas yang menumpuk dan lama tidak digunakan juga bisa menjadi tempat tinggal nyamuk Aedes aegypti. Karena itu, jangan biarkan barang-barang bekas menumpuk begitu saja. Anda dapat menguburnya atau mendaur ulangnya untuk kegunaan lain.

4.  Menggunakan Obat Anti-Nyamuk

8 Langkah untuk Melakukan Pencegahan DBD Dengan Mudah

Bila musim hujan datang dan risiko DBD meningkat, Anda dapat menggunakan obat anti-nyamuk di rumah. Selain obat nyamuk bakar, kini juga ada obat nyamuk elektrik yang dapat mengusir nyamuk, serta obat nyamuk semprot.

Selain obat nyamuk, Anda juga bisa menggunakan losion anti-nyamuk yang dioleskan di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian. Oleskan losion ini pada pagi dan sore hari, saat Aedes aegypti sedang aktif mencari mangsa. Bisa jadi, Anda perlu mengulang pengolesan losion beberapa kali. Ikuti petunjuk pemakaian losion yang tertera di kemasannya.

5.  Mengenakan Pakaian Tertutup saat ke Luar Rumah

Anda juga dapat melakukan pencegahan DBD dengan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh lengan maupun kaki. Langkah ini merupakan bagian dari pencegahan DBD 5M. Kenakan pakaian tertutup terutama saat Anda ke luar rumah.

6.  Menggunakan Kelambu

Selain memberantas sarang nyamuk di sekitar dan di dalam rumah, Anda juga bisa melakukan langkah-langkah pencegahan DBD lainnya, seperti menggunakan kelambu saat tidur. Penggunaan kelambu dapat melindungi Anda dari gigitan Aedes aegypti saat tidur.

7.  Meletakkan Tanaman Pengusir Nyamuk di Dalam Rumah

Ternyata ada beberapa jenis tanaman yang efektif membuat nyamuk tidak betah berada di dalam rumah Anda. Contoh tanaman pengusir nyamuk yaitu serai wangi, lemon balm, lavender, catnip, dan geranium.

Cukup letakkan tanaman di dalam pot kecil di lokasi yang strategis, seperti di sudut ruangan, di dekat jendela, atau di dekat pintu masuk. Ruangan tidak hanya terbebas dari nyamuk, tetapi juga tampak lebih indah dan segar. Untuk tanaman yang tidak bisa ditanam di pot, seperti serai dan lemon balm, dapat ditanam di pekarangan rumah.

8.  Menghentikan Kebiasaan Menggantung Pakaian

Gantungan pakaian ternyata merupakan salah satu tempat tinggal favorit nyamuk. Ada baiknya Anda menghindari menggantung terlalu banyak pakaian di gantungan, terutama yang terletak di belakang pintu yang gelap dan lembap. Nyamuk senang tinggal di area gelap dan lembap. Pakaian pun sebaiknya tidak digantung berhari-hari agar nyamuk tidak menjadi terlalu nyaman hingga bersarang di tumpukan pakaian.

Biasanya petugas RT atau RW akan berkoordinasi dengan petugas kelurahan dan kecamatan untuk melakukan fogging atau pengasapan. Fogging adalah proses penyemprotan pestisida atau insektisida kimia dalam bentuk aerosol untuk membunuh nyamuk.

Pelaksanaan fogging tidak bisa sembarangan dan harus mengikuti peraturan yang berlaku. Pelaksanaan fogging yang tidak sesuai aturan bisa jadi berbahaya dan sia-sia. Fogging harus dilakukan pada waktu nyamuk Aedes aegypti sedang aktif mencari mangsa, yaitu antara pukul 8–11 pagi dan 2–5 sore.

Lindungi Keluarga dari DBD

Wabah DBD juga banyak menyerang anak. Maka itu, orang tua perlu mewaspadai penyakit ini dan melakukan langkah-langkah pencegahan DBD pada anak. Umumnya, pencegahan DBD pada anak serupa dengan pencegahan pada orang dewasa. Berikut panduan bagi orang tua:

  • Jaga kebersihan lingkungan, rumah, dan kamar anak.
  • Ingatkan anak agar tidak menumpuk pakaian atau barang-barangnya karena tumpukan itu dapat menjadi tempat bersarangnya nyamuk.
  • Ingatkan anak untuk mengenakan pakaian tertutup saat ia keluar rumah.
  • Saat menggunakan losion anti-nyamuk pada anak, ikuti panduan yang tertera di kemasannya.
  • Losion anti-nyamuk tidak boleh dioleskan pada bayi berusia di bawah 2 bulan.
  • Hindari mengoleskan losion ke bagian tubuh anak yang sedang terluka.
  • Hindari menggunakan produk antinyamuk yang menggantung minyak lemon eucalyptus (OLE) atau para-menthane-diol (PMD) untuk anak yang berusia di bawah 3 tahun.
  • Untuk produk antinyamuk semprot (spray), orang tua perlu menyemprotkannya ke tangan mereka lebih dulu, baru dioleskan ke wajah anak.
  • Berikan vaksinasi Dengue. Vaksin ini masih belum tersedia secara luas, tetapi sudah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Perlindungan dari vaksin Dengue paling efektif bila diberikan kepada anak berusia 9–16 tahun. Vaksin ini belum dapat diberikan kepada anak yang berusia di bawah 9 tahun.
  • Berikan anak makanan kaya vitamin C yang dapat meningkatkan imunitasnya, seperti buah jambu biji.

 

Gejala DBD pada anak bukan hanya berupa munculnya bintik merah di beberapa bagian tubuh. DBD ringan pada anak seringkali hanya berupa demam tanpa diikuti gejala tertentu. Gejala-gejala lain umumnya baru muncul sekitar 4-7 hari setelah Si Kecil digigit nyamuk penyebab Aedes aegypti.

Dikutip dari situs Alodokter, Anda perlu segera membawa buah hati ke rumah sakit bila melihat ia mengalami gejala-gejala berikut:

  • Demam tinggi hingga mencapai 40 derajat Celcius
  • Nyeri di bagian belakang mata
  • Nyeri pada tulang, otot, dan sendi
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan pada kelenjar

 

Masyarakat perlu waspada karena berbagai masalah kesehatan selalu mengintai dan membahayakan nyawa. Karena itu, Anda harus terus aktif melakukan langkah-langkah pencegahan maupun perlindungan. Jalani pola hidup sehat dan jaga selalu kebersihan lingkungan.

Selain melakukan langkah-langkah pencegahan DBD, Anda juga perlu melindungi diri dari risiko kerugian finansial bila suatu hari mendadak sakit. Tak bisa dimungkiri, kondisi sakit akan menimbulkan beban pada pengeluaran rutin atau harian.

Sebagian penderita DBD bahkan harus menjalani rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit. Tanpa persiapan khusus, rawat inap di rumah sakit dapat membuat Anda kebingungan karena harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Karena itu, guna mengantisipasi risiko sakit DBD ataupun penyakit yang lain, Anda perlu memiliki asuransi kesehatan yang memberikan manfaat perlindungan finansial saat Anda mendadak sakit. Asuransi kesehatan membantu Anda mengelola biaya kesehatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda dapat fokus pada upaya penyembuhan dan tidak perlu pusing memikirkan biayanya. Anda pun tak perlu menguras tabungan atau menjual aset untuk membayar biaya pengobatan.

Asuransi Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life menawarkan santunan rawat inap karena sakit/kecelakaan, santunan rawat inap ICU/ICCU, santunan meninggal dunia karena sakit dan kecelakaan, dan pengembalian premi (no-claim bonus). Besar premi maupun manfaat santunan yang ditawarkan asuransi Mega Hospital Investa bervariasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi maupun kebutuhan Anda. Misalnya, dengan membayar premi mulai dari Rp 7.000 per hari, Anda akan mendapat santunan sampai Rp 1 juta per hari.

Manfaat dari Mega Hospital Investa dapat dimiliki pemilik polis, pasangan (suami atau istri), anak kandung, saudara kandung yang belum menikah, dan orang tua kandung. Masa perlindungan yang diberikan Mega Hospital Investa akan berlaku sampai tertanggung berusia 60 tahun.

Selain itu, yaitu Anda dapat memilih rencana uang pertanggungan, proses pengajuan klaim yang mudah, rekanan rumah sakit yang tersebar luas di wilayah Indonesia, serta masa tunggu (waiting period) selama 30 hari.

Jadi, selain melindungi diri dari risiko sejumlah penyakit, pastikan Anda juga melindungi diri dari risiko kerugian finansial akibat sakit.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.