2 Likes
Kesehatan

Yuk, Kenali Gejala tipes Mulai dari yang Ringan Hingga yang Paling Parah!

PFI Megalife
 10 Sep 2019
Freelancer adalah kelompok yang rentan terkena tipes. Asuransi rawat inap akan memastikan freelancer tak lagu mnejalani pengobatan saat terserang gejala tipes.

gejala tipes

Asuransi kesehatan dari kantor adalah salah satu asuransi yang banyak dijadikan andalan oleh para pekerja. Meskipun mungkin limitnya terbatas, tapi keberadaannya tetap sangat membantu. Manfaat asuransi tersebut akan semakin terasa ketika harus menjalani rawat inap.

Masalah kemudian muncul bagi mereka yang berprofesi sebagai freelancer. Para freelancer ini memang tak memiliki fasilitas kantor. Hanya kesadaran dari diri sendiri lah yang bisa membuat mereka memiliki asuransi.

Survey yang dilakukan oleh BPS pada tahun 2018 menemukan bahwa 22% dari total penduduk Indonesia berprofesi sebagai freelancer. Artinya sebanyak itu pula lah jumlah penduduk yang tidak terlindungi asuransi kantor. Data dari sumber yang sama juga menemukan bahwa jumlah freelancer laki-laki lebih banyak dibanding perempuan.

Kenyataan bahwa kesadaran para freelancer untuk memiliki asuransi kesehatan terbaik masih rendah adalah kenyataan yang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya seringkali para freelancer ini melakoni pekerjaan yang membuat pola hidupnya jadi berantakan.

Pola hidup yang berantakan erat kaitannya dengan daya tahan tubuh yang menjadi menurun. Tipes adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyerang para freelancer. Tipes sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi. Bakteri tersebut masuk ke dalam pencernaan manusia melalui karena terbawa dalam makanan yang kurang bersih.

Ketika dayan tubuh sedang lemah karena tuntutan pekerjaan sebagai freelancer, bakteri penyebab tipes akan mulai penderitanya merasakan gejala tipes. Kondisi tersebut akan sangat mengganggu karena penderita tipes membutuhkan istirahat total supaya bisa lekas sembuh.

Baca juga: Cara Ampuh Mengatur Keuangan Saat Sakit

Gejala Tipes yang Harus Diwaspadai

Bakteri penyebab tipes membutuhkan waktu inkubasi selama 7 hingga 14 hari di dalam tubuh manusia. Pada masa inkubasi tersebut gejala tipes sudah mulai dirasakan oleh penderita. Jika ternyata selama masa inkubasi sistem kekebalan tubuh berhasil melawan perkembangan bakteri, gejala tipes takkan berlanjut jadi tipes positif.

Gejala tipes ada cukup banyak, mulai dari yang ringan sampai yang paling parah. Gejala-gejala berikut wajib dipahami agar bisa segera menentukan tindakan apa yang harus diambil:

  • Kehilangan Nafsu Makan

Ketika terkena tipes, sistem kekebalan di dalam tubuh sedang berjuang melawan serangan bakteri. Kondisi itu bisa membuat penderita merasa tak nyaman hingga kehilangan nafsu makan. Pada fase ini penderita akan merasa mulai tak enak badan dan kehilangan nafsu makannya.

Penderita sebaiknya tak membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Ketika virus penyebab tipes sedang dalam masa inkubasi tubuh justru membutuhkan banyak energy untuk melawannya. Kalau sampai kehilangan nafsu makan ini membuat penderita menjadi sangat lemah maka penderita mungkin akan membutuhkan rawat inap.

  • Mengeluarkan Keringat Berlebih

Ketika terkena gejala tipes, maka metabolisme tubuh sedang ada dalam kondisi yang sangat kacau. Itu juga lah yang menjadi salah satu penyebab penderita kerap mengeluarkan keringat dalam jumlah yang berlebih. Keringat yang diproduksi adalah keringat dingin.

Keringat tersebut juga bisa muncul karena suhu tubuh yang terlalu tinggi. Keluarnya keringat dingin dalam jumlah yang berlebih sudah jelas akan membuat penderita tak nyaman. Ketika sedang dalam kondisi seperti ini penderita disarankan untuk banyak mengkonsumsi air putih. Air putih akan membantu menstabilkan jumlah cairan dalam tubuh hingga penderita tak langsung drop.

  • Nyeri Otot dan Sendi

Salah satu gejala tipes yang akan sangat mengganggu adalah nyeri otot dan sendi. Rasa nyeri ini biasanya timbul bersamaan dengan demam. Ketika gejala seperti ini sudah timbul maka hampir bisa dipastikan penderita tak bisa menjalankan aktifitas sehari-hari dengan normal.

Tak sedikit penderita yang sampai tak bisa bangun sama sekali ketika gejala semacam ini muncul. Jika sudah demikian maka menjalani rawat inap menjadi pilihan paling logis untuk dijalani. Mereka yang memiliki asuransi kesehatan terbaik pasti tak akan berpikir panjang untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Perawatan di rumah sakit dimaksudkan agar penderita mendapat pengawasan dan tindakan yang tepat dari dokter. Selain itu proses pemulihan juga bisa berlangsung dengan lebih maksimal.

  • Sakit Perut

Munculnya penyakit tipes tak bisa dipisahkan dari kebiasaan makan yang buruk. Oleh karena itu salah satu gejala yang pasti muncul adalah perasaan tak nyaman di bagian perut. Penderita akan merasakan nyeri yang mengganggu di sekitar perut hingga ulu hati.

Tak hanya merasa nyeri, penderita juga mungkin akan mengalami diare. Jika sudah sampai diare tentu saja penangannya harus serius. Jika tak ditangani dengan tepat di rumah sakit penderita bisa mengalami dehidrasi dan kondisi kesehatannya semakin menurun.

Sakit perut ini bisa berlangsung selama beberapa hari. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah memastikan penderita tak kekurangan cairan dengan mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang banyak.

  • Sakit Kepala

Sakit kepala menjadi kendala lain yang tak terhindarkan bagi penderita tipes. Rasa sakit kepala akan sangat terasa di bagian belakang mata layaknya penyakit demam berdarah. Penderita yang sudah mengalami gejala ini harus sangat berhati-hati karena berpotensi untuk pingsan.

Pertolongan pertama yang bisa diberikan pada kondisi seperti ini adalah dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri. Tapi perlu diingat bahwa hal tersebut hanya untuk pertolongan pertama, bukan untuk kesembuhan. Jika keadaan tak kunjung membaik penderita harus segera memeriksakan ke dokter.

  • Demam Tinggi

Semua penderita tipes pasti akan mengalami demam tinggi. Demam ini adalah gejala yang paling mengganggu dan akan berlangsung selama beberapa hari. Mirip seperti demam yang menyerang penderita DBD, demam pada penderita tipes juga cenderung naik pada malam hari dan menurun di siang hari.

Tak jarang demam tinggi yang menyerang membuat penderita menggigil. Gejala ini harus diwaspadai terlebih jika menyerang anak-anak. Panas yang terlalu tinggi bisa menyebabkan anak-anak terkena step dan akhirnya syaraf otak jadi terganggu.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan ialah dengan memberi obat penurun panas. Namun jika sekiranya kondisi penderita sudah terlalu lemah jangan ambil risiko dan segeralah pergi ke rumah sakit. Tenaga medis yang ada di sana akan menentukan tindakan apa yang paling tepat.

Baca juga: Kenali Resiko Penyakit Diabetes

Cara Mencegah Tipes

 

Mengingat tipes bersumber dari masuknya bakteri lewat makanan yang tidak bersih, maka kunci untuk mencegahnya adalah dengan memerhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi. Tapi kebersihan diri dan lingkungan juga tak kalah penting.

Selain memastikan makanan yang dikonsumsi bersih tipes juga bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat. Hal ini mungkin tak mudah bagi para freelancer. Namun mengingat manfaatnya yang baik bagi kesehatan jangka pendek dan jangka panjang maka menjalani gaya hidup sehat harus diusahakan.

Gaya hidup sehat bisa dimulai dengan memastikan pola makan yang teratur. Pastikan juga makanan yang dikonsumsi bersih dan mengandung gizi yang seimbang. Lengkapi pula dengan konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup.

Olahraga perlu pula dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Lalu memastkan tubuh selalu mendapat jatah istirahat dan tidur yang cukup adalah pamungkas dari gaya hidup sehat yang akan menjauhkan berbagai penyakit. Para freelancer harus bekerja keras untuk hal yang satu ini.

Baca juga: Fakta Penyakit Maag yang Perlu Diketahui

Jika Sampai Terkena Tipes, Langkah Apa yang Harus Diambil?

 

Proses penyembuhan paling aman untuk penderita tipes adalah dengan menjalani rawat inap di rumah sakit. Sekilas solusi tersebut memang terdengar mudah, tapi para freelancer yang tak mempunya asuransi pemberian kantor akan menemui masalahnya sendiri.

Mengingat tingginya biaya rawat inap di rumah sakit para freelancer sebaiknya segera memikirkan untuk membeli asuransi. Carilah asuransi kesehatan terbaik yang memberikan manfaat sepadan dengan nilai premi yang dibayar.

Asuransi rawat inap bisa menjadi pilihan terbaik bagi para freelancer. Ketika mereka jatuh sakit maka akan ada uang pertanggungan yang hadir menggantikan peran dana darurat. Uang pertanggungan itu bisa memastikan para freelancer menjalani perawatan dengan perasaan bebas khawatir dan bebas nombok.

Manfaat seperti yang disebutkan di atas bisa diperoleh dari asuransi kesehatan terbaik Mega Hospita Investa. Sebagai produk unggulan dari PFI Mega Life, Mega Hospita Investa menawarkan 4 pilihan plan agar para freelancer bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi finansial yang ada.

Asuransi rawat inap dari PFI Mega Life ini akan memberikan uang santunan harian ketika nasabahnya menjalani rawat inap. Tak hanya untuk pengobatan gejala tipes dan penyakit lain, manfaat yang tak kalah pentingnya bisa diklaim saat seorang menjadi korban kecelakaan. Ada pula uang santunan meninggal dunia dan no claim bonus yang menjadi wujud pelayanan terbaik PFI Mega Life terhadap nasabahnya.

Nah, setelah membaca serangkaian hal di atas rasanya tak ada alasan lagi untuk menunda memiliki asuransi rawat inap. Apapun profesi yang dimiliki, perlindungan kesehatan terbaik harus menjadi hal yang dimiliki semua orang.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.