Kesehatan

8 Gejala Tumor Otak yang Tidak Boleh Diremehkan

PFI Mega Life
 30 Jun 2020
Gejala tumor otak umumnya mirip dengan gangguan kesehatan lain. Kenali gejala tumor otak yang tak boleh diremehkran agar penyakit ini dapat segera ditangani.

8 Gejala Tumor Otak yang Tidak Boleh Diremehkan

Bagi banyak orang, mendapat diagnosis penyakit tumor akan membuat mereka merasa harapan hidup merosot tajam. Apalagi bila tumor yang diderita berada di organ vital seperti otak.

Meski tergolong penyakit berat, tumor otak tidak selalu berujung pada kematian. Ada juga penderita tumor otak yang sembuh dan dapat melanjutkan hidup, salah satunya artis Gugun Gondrong yang sakit tumor otak pada 2008.

Tumor otak bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak, hingga orang dewasa. Karena itu, perluas wawasan Anda dengan mengenali gejala tumor otak ringan serta perbedaan gejala tumor otak pada bayi, anak, remaja, dan orang dewasa.

Penyebab Tumor Otak

Dalam situs Web MD dijelaskan tumor adalah kumpulan jaringan atau benjolan yang terbentuk dari akumulasi sel-sel abnormal. Dalam kondisi normal, sel-sel di tubuh manusia menua, mati, lalu digantikan sel-sel baru. Pada kondisi tumor, proses tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dan menimbulkan gangguan pada fungsi organ yang ditumbuhi tumor. Sel-sel abnormal bertumbuh, membesar, dan tidak mati, padahal keberadaannya tidak dibutuhkan tubuh.

Tumor ada yang sifatnya jinak dan ganas. Tumor jinak hanya tumbuh di organ tertentu, tidak menyerang jaringan di sekitarnya, dan tidak menyebar ke organ lain. Dalam banyak kasus, tumor jinak tidak memerlukan pengobatan karena tidak mengancam nyawa. Dokter hanya melakukan pemantauan untuk memastikan tumor tidak menimbulkan masalah. Namun, terkadang ada juga tumor yang memerlukan pengobatan khusus.

Dalam situs Johns Hopkins Medicine Pathology dijelaskan tumor jinak juga bisa “berperilaku” meniru tumor ganas. Dalam kasus ini, dokter akan menganjurkan pengobatan. Tumor yang bersifat ganas disebut kanker. Tumor jenis ini dapat masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke organ lain hingga mengganggu fungsi organ lain.

Jaringan sel-sel abnormal yang terdapat di otak disebut tumor otak. Tumor otak dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Tumor otak primer adalah tumor yang pertumbuhannya dimulai di area sekitar otak. Kebanyakan tumor otak jenis ini termasuk jinak.

Tumor otak sekunder adalah tumor yang awalnya tumbuh di organ lain, seperti paru-paru, payudara, ginjal, atau kulit, lalu menyebar ke otak. Tumor yang muncul di otak dapat memberi tekanan pada tempurung kepala dan berisiko menyebabkan gangguan otak.

Para ahli belum dapat menjelaskan faktor utama yang menyebabkan timbulnya tumor otak primer. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meninggikan risiko seseorang terkena tumor:

  • Usia

Meski tumor otak bisa menyerang siapa saja, orang dewasa yang berusia lanjut juga berisiko untuk terkena penyakit ini.

  • Keturunan

Sebagian penderita tumor otak diketahui memiliki anggota keluarga yang pernah menderita penyakit serupa atau sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko timbulnya tumor di otak.

  • Pernah terpapar radiasi

Orang yang pernah menjalani terapi radiasi untuk pengobatan kanker berisiko lebih tinggi untuk menderita tumor otak.

 

Gejala Tumor Otak yang Tak Boleh Diremehkan

8 Gejala Tumor Otak yang Tidak Boleh Diremehkan

Gejala tumor otak bervariasi, tergantung pada jenis tumor yang diderita dan lokasi munculnya tumor. Sebagian tumor bahkan tidak menimbulkan gejala khusus hingga ukurannya membesar dan menimbulkan gangguan serius pada kesehatan penderitanya. Berikut 8 gejala tumor otak yang sebaiknya tidak Anda abaikan.

1.  Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan gejala umum sekaligus utama dari penyakit tumor otak. Gejala tumor otak ringan, gejala tumor otak pada anak, gejala tumor otak pada remaja, semua diawali atau disertai dengan sakit kepala.

Namun, bukan berarti setiap sakit kepala merupakan pertanda adanya tumor di otak. Sakit kepala yang dirasakan penderita tumor otak seringkali muncul tanpa sebab jelas, dan tidak sembuh meski sudah coba diatasi dengan minum obat pereda sakit kepala. Makin lama, rasa sakitnya bertambah parah dan tak tertahankan. Sakit kepala juga dapat memburuk saat penderitanya sedang batuk atau beraktivitas fisik.

2.  Mual dan Muntah

Penderita tumor otak juga sering mengalami mual atau muntah tanpa sebab jelas. Mual dan muntah ini muncul terus-menerus, kadang berbarengan dengan sakit kepala yang sedang menyerang.

3.  Kejang

Penderita tumor otak bisa mengalami kejang secara tiba-tiba yang berlangsung selama 2-3 menit. Kejang juga bisa disertai dengan kondisi-kondisi berikut:

  • Kehilangan kesadaran.
  • Kehilangan kemampuan untuk mengendalikan fungsi tubuh.
  • Kesulitan bernapas selama beberapa detik.
  • Kulit menjadi biru kehitaman saat kesulitan bernapas.
  • Setelah kejang, penderita merasa mengantuk dan tampak kebingungan.

 

4.  Mudah Lelah dan Kebas

Penderita tumor otak bisa tiba-tiba merasa kelelahan dan tidak berenergi untuk melakukan aktivitas. Rasa lelah ini bisa juga diikuti kesulitan mengendalikan ekspresi wajah, menelan, atau tidur. Selain itu, beberapa bagian tubuhnya seperti terasa kebas atau mati rasa.

5.  Kehilangan Keseimbangan

Tumor yang tumbuh di area otak yang bertanggung jawab atas fungsi keseimbangan dan koordinasi tubuh bisa menyebabkan penderitanya kehilangan keseimbangan. Gangguan ini ditandai dengan penderita sering sulit menjaga keseimbangan tubuhnya saat berdiri, kesulitan berjalan secara normal, atau sering terjatuh saat sedang berdiri atau berjalan.

6.  Gangguan Penglihatan

Tumor otak juga bisa mempengaruhi saraf mata sehingga penglihatan penderitanya menjadi terganggu. Penderita tumor otak kadang mengalami gangguan penglihatan seperti pandangan kabur atau berbayang. Gangguan ini akan semakin parah seiring dengan membesarnya tumor di otak.

7.  Gangguan Pendengaran

Bila tumor muncul di area otak yang berperan dalam mendengar suara, memahami bahasa dan percakapan, fungsi pendengaran bisa jadi akan terganggu. Gangguan bisa muncul di salah satu telinga ataupun di kedua telinga. Selain itu, contoh gangguan pendengaran lain yang bisa muncul adalah telinga menjadi berdengung atau tinnitus.

8.  Gangguan Kognitif

Pertumbuhan tumor di otak juga bisa mempengaruhi kemampuan kognitif penderitanya. Perubahan kemampuan kognitif ini bisa disadari ataupun tidak disadari penderita tumor otak.

Tanda-tanda timbulnya gangguan kognitif antara lain penderita menjadi susah berkonsentrasi, mudah teralihkan, sering merasa kebingungan, dan kesulitan mengerjakan dua aktivitas atau lebih secara bersamaan (multitasking). Penderita tumor otak juga bisa mengalami gangguan komunikasi seperti sulit berbicara, membaca, atau menulis. Gangguan lain yang juga bisa muncul terkait kemampuan kognitif penderita tumor otak adalah gangguan daya ingat, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Setelah mendengar sejumlah gejala yang disampaikan pasien, dokter akan memastikan diagnosis tumor otak melalui langkah-langkah pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan neurologis yang meliputi tes penglihatan, pendengaran, kekuatan, keseimbangan, dan refleks tubuh.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) dan computerized tomography (CT) scan untuk menentukan lokasi sel tumor.
  • Positron emission tomography (PET) scan untuk mencari sel induk kanker, apabila dicurigai terjadi metastasis.
  • Biopsi otak untuk memastikan tumor tergolong jinak atau ganas.

 

Pilihan Pengobatan Tumor Otak

Jenis pengobatan tumor otak akan disesuaikan dengan jenis, ukuran, dan lokasi tumbuhnya tumor. Bisa saja penderita tumor otak dianjurkan untuk melakukan tindakan penanganan kombinasi bila menurut dokter itu langkah yang paling baik, seperti terapi radiasi dan kemoterapi.

Dalam memilih jenis pengobatan, dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan penderita secara umum serta efek samping yang akan ditimbulkan. Penderita tumor otak yang berusia lanjut tentu tidak memiliki pilihan penanganan sebanyak penderita yang usianya masih muda.

Sebelum memutuskan langkah penanganan yang tepat, dokter juga kadang melakukan biopsi untuk melihat sampel tumor. Berikut pilihan pengobatan tumor otak, dikutip dari situs Halodoc.

1.  Operasi

Langkah ini merupakan tindakan pengobatan tumor otak paling umum. Operasi pengangkatan tumor otak bertujuan mengangkat sel tumor, baik sebagian maupun secara menyeluruh. Pengangkatan sel tumor dengan jalan operasi tidak akan merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Pengangkatan sel tumor akan mengurangi tekanan pada otak dan mengurangi jumlah sel tumor yang sebelumnya telah dihancurkan lewat terapi radiasi atau kemoterapi. Tumor jinak tidak akan kambuh setelah diangkat, sedangkan tumor ganas memiliki kemungkinan untuk kambuh.

2.  Radioterapi

Radioterapi disebut juga dengan terapi radiasi. Prosedur ini dilakukan untuk menghancurkan sel tumor sehingga menghentikan pertumbuhannya. Biasanya dokter akan memilih radioterapi bila sel tumor tidak bisa diangkat melalui prosedur operasi, atau jika masih ada sisa sel tumor setelah operasi dilakukan. Ada dua jenis radioterapi untuk penanganan tumor otak, yaitu:

  • Radioterapi eksternal: dilakukan selama lima hari hingga beberapa minggu, tergantung pada usia pasien serta jenis dan ukuran sel tumor.
  • Radioterapi internal: menggunakan radiasi dosis tinggi yang diarahkan langsung ke sel tumor.

 

3.  Kemoterapi

Penanganan ini menggunakan obat-obatan khusus untuk membunuh sel tumor ganas atau yang berpotensi menjadi kanker. Obat dapat diberikan dalam bentuk tablet (secara oral) atau disuntik. Obat kemoterapi bisa terdiri atas satu jenis atau kombinasi beberapa jenis obat.

Prosedur kemoterapi bukanlah tindakan pengobatan satu kali. Penderita tumor otak akan melakukan kemoterapi beberapa kali, tergantung rekomendasi dokter berdasarkan kondisi tumor. 

Setelah menjalani prosedur pengobatan tumor otak, penderitanya akan menjalani fase pemulihan seperti fisioterapi. Tujuannya adalah memulihkan kekuatan otot, kemampuan motorik, daya ingat, dan kemampuan berpikir. Fisioterapi juga dapat membantu mengatasi gangguan bicara atau menelan yang sebelumnya dialami penderita.

Selama menjalani fase pemulihan, penderita harus membuat penyesuaian dalam aktivitasnya sehari-hari. Ia belum boleh langsung menyetir, bekerja, berhubungan seksual, atau berolahraga tanpa pengawasan.

Pengobatan yang Panjang

8 Gejala Tumor Otak yang Tidak Boleh Diremehkan

Tumor merupakan salah satu penyakit berat yang membutuhkan proses pengobatan yang panjang. Pastinya, biaya untuk pengobatan tumor otak termasuk besar. Mulai dari konsultasi, pemeriksaan laboratorium, rawat jalan, rawat inap, hingga operasi. Bahkan, setelah tindakan pengangkatan tumor pun penderitanya masih harus melalui fase pemulihan yang tidak sebentar dan mengonsumsi sejumlah obat.

Persiapkan diri Anda dari kemungkinan terburuk di masa depan, seperti mendapat diagnosis penyakit berat. Miliki asuransi kesehatan yang dapat membantu Anda ketika mendapat musibah penyakit berat.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda akan terbantu dalam menjalani proses pengobatan. Asuransi akan menanggung biaya pengobatan dan rawat inap sehingga Anda dapat lebih tenang dalam menjalani proses pemulihan.

Salah satu asuransi yang menawarkan manfaat rawat inap adalah Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life. Asuransi Mega Hospital Investa santunan rawat inap karena sakit/kecelakaan, santunan rawat inap ICU/ICCU, santunan meninggal dunia karena sakit dan kecelakaan, dan pengembalian premi (no-claim bonus).

Manfaat perlindungan dari asuransi Mega Hospital Investa ini dapat Anda miliki hingga usia 60 tahun. Anda juga dapat memilih besar premi yang perlu dibayarkan beserta besar manfaat santunan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Segera miliki asuransi kesehatan sekarang juga, terutama bila Anda dalam kondisi sehat. Semakin cepat Anda memiliki asuransi kesehatan, manfaat yang akan Anda rasakan akan lebih maksimal.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.