Kesehatan

Benarkah Kanker Tiroid Bisa Sembuh?

PFI Mega Life
 08 Apr 2020
Tingkat stadium dan jenis pengobatan kanker tiroid turut menentukan peluang kesembuhan penderitanya.

Benarkah Kanker Tiroid Bisa Sembuh?

Penyakit kanker tiroid memang belum banyak diketahui masyarakat. Di Indonesia, kanker tiroid disebut menduduki peringkat ke-9 dari 10 jenis kanker yang paling banyak terjadi. Dalam situs Media Indonesia disebutkan, kanker tiroid lebih banyak menyerang perempuan.

Aktris Rachel Amanda merupakan salah satu orang yang pernah menderita kanker tiroid. Pemain film NKCTHI itu mendapat diagnosis kanker tiroid stadium 1 saat ia masih berusia 19 tahun. Sebelum mendapat diagnosis kanker tiroid, Rachel memang memiliki kondisi khusus terkait tiroidnya, yaitu ia menderita hipertiroid atau hormon tiroid di tubuhnya terlalu aktif.

Untuk menyembuhkan kanker tiroid yang ia derita, Rachel harus menjalani operasi pengangkatan benjolan pada tiroidnya serta terapi radiasi. Meski operasi tersebut sukses, Rachel mengaku tidak tahu apa penyebab tiroid di tubuhnya bermasalah. Ia menduga di tubuhnya terdapat faktor genetik dan selain itu ia juga sering terpapar asap rokok di lokasi syuting.

Sampai hari ini, Rachel terus mengkonsumsi obat untuk mengatur kelenjar tiroidnya. Selain itu, ia juga rutin menjalani tes darah untuk mengukur kadar hormon tiroid di tubuhnya dan melakukan tes pemindaian tubuh setiap setahun sekali.

Apa Fungsi Kelenjar Tiroid?

Kanker tiroid termasuk penyakit yang cukup jarang terjadi. Namun, dikutip dari situs Tirto, The American Cancer Society mencatat sejak 1997, kasus kanker tiroid terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Sebelum berbicara tentang kanker tiroid, perlu dipahami dulu apa yang dimaksud dengan tiroid. Tiroid adalah kelenjar yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh dengan cara melepaskan hormon tiroid ke seluruh tubuh.

Kelenjar tiroid berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak di bagian dalam depan leher. Kelenjar tiroid yang berfungsi dengan normal akan membantu organ-organ di tubuh bekerja dengan semestinya, seperti bagaimana tubuh memanfaatkan cadangan energi, bagaimana tubuh memproduksi kehangatan, dan bagaimana tubuh menggunakan oksigen.

Bila kelenjar tiroid mengalami perubahan bentuk atau menghasilkan hormon tiroid yang terlalu sedikit (hipotiroid) atau terlalu banyak (hipertiroid), Anda akan menderita penyakit tiroid. Orang yang menderita gangguan tiroid akan merasa tidak nyaman karena kualitas kehidupannya terganggu.

Sebelum menderita kanker tiroid, Rachel Amanda sudah menderita hipertiroid. Ia mengaku gampang lelah, jantungnya sering berdebar-debar, metabolisme tubuhnya tinggi, dan tubuhnya sering gemetar. Untuk menjaga kadar tiroid di tubuhnya tetap normal, Rachel rutin minum obat khusus.

Kanker tiroid adalah kondisi saat terdapat pertumbuhan sel yang tidak normal dan sangat banyak pada kelenjar tiroid. Dikutip dari situs Halodoc, sel-sel yang berkembang makin banyak hingga tak terkendali itu lama-kelamaan membentuk tumor.

Artis Thalita Latief merupakan salah satu orang yang pernah mendapat diagnosis tumor tiroid stadium 4. Untuk menyembuhkan diri dari penyakitnya, awal Maret lalu Thalita menjalani operasi pengangkatan tumor di tiroidnya.

Kenali Ciri-ciri Kanker Tiroid

Benarkah Kanker Tiroid Bisa Sembuh?

Dalam situs web Media Indonesia, dokter spesialis bedah onkologi dr Bob Adinata Sp.B(K)Onk. dari RS MRCCC Siloam Jakarta mengatakan, perempuan lebih berisiko untuk menderita kanker tiroid dibandingkan pria. Alasannya, metabolisme perempuan lebih tinggi daripada pria karena kebanyakan perempuan melalui fase mengandung, melahirkan, dan menyusui. Dengan kata lain, kelenjar tiroid di tubuh perempuan bekerja lebih keras sehingga lebih rentan terhadap pembesaran tiroid.

Sampai hari ini, para ahli masih belum bisa menyimpulkan secara pasti faktor utama yang menjadi penyebab kanker tiroid. Beberapa dugaan penyebab kanker tiroid adalah kondisi kekurangan yodium dan paparan radiasi. Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang diyakini memperbesar risiko seseorang untuk terkena kanker tiroid:

1.  Memiliki gangguan tiroid

Seperti Rachel Amanda, orang yang menderita gangguan atau penyakit tiroid seperti hipotiroid, hipertiroid, tiroiditis (peradangan pada kelenjar tiroid), dan penyakit gondok, lebih rentan terhadap kanker tiroid.

2.  Memiliki riwayat terpapar radiasi

Bila Anda pernah terpapar radiasi, misalnya dari radioterapi, Anda pun memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker tiroid.

3.  Memiliki riwayat kanker tiroid dari keluarga

Bila ada anggota keluarga Anda yang pernah menderita kanker tiroid, Anda pun cukup berisiko untuk menderita penyakit ini.

4.  Memiliki kelainan genetik tertentu

Dikutip dari situs web Alodokter, beberapa kelainan genetik dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker tiroid. Kelainan genetik yang dimaksud yaitu familial adenomatous polyposis (FAP), multiple endocrine neoplasia, dan sindrom Cowden.

5.  Memiliki kondisi medis tertentu

Contoh kondisi medis yang dapat meninggikan risiko timbulnya kanker tiroid adalah obesitas, akromegali (penyakit akibat tubuh orang dewasa kelebihan growth hormone), kekurangan yodium, dan penyakit gondok.

Orang yang menderita kanker tiroid juga sering kali tidak mengalami gejala khusus. Gejala gangguan tiroid mirip dengan masalah yang muncul bila gaya hidup kurang sehat, seperti berat badan turun, kurang tidur, gugup atau cemas, mudah lupa, sering kedinginan, dan jantung berdebar. Jika benjolan pada kelenjar tiroid sudah makin membesar barulah leher tampak membengkak.

Menurut dokter Bob, cara mengetahui apakah benjolan tersebut merupakan pertanda kanker tiroid adalah dengan memperhatikan leher saat Anda menelan. Benjolan kanker tiroid akan ikut bergerak ketika Anda menelan. Benjolan di kelenjar getah bening tidak akan ikut bergerak saat Anda menelan. Selain timbulnya benjolan di leher, berikut gejala lain yang akan muncul saat kanker pada tiroid:

  • Nyeri di leher
  • Batuk terus-menerus
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas
  • Suara serak yang tidak membaik setelah beberapa minggu

 

Bisakah Kanker Tiroid Bisa Disembuhkan?

 

Kabar baiknya, menurut dokter Bob, sekitar 80 persen kasus kanker tiroid bersifat jinak dan dapat disembuhkan. Pengobatan dan perawatan kanker tiroid tergantung pada jenis dan stadium kanker. Berikut langkah-langkah penyembuhan kanker tiroid:

1.  Operasi Tiroidektomi

Operasi ini dilakukan untuk mengangkat kelenjar tiroid, baik sebagian atau keseluruhan. Dokter akan memutuskan mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid berdasarkan ukuran kanker, dan apakah kanker sudah menyebar ke organ lain.

2.  Radioactive Iodine Ablation (RAI) atau Ablasi Iodium Radioaktif

Tindakan ini bertujuan menghancurkan jaringan tiroid yang tersisa setelah prosedur tiroidektomi. Metode ini juga dilakukan untuk mencegah sel kanker menyebar ke organ-organ di dekat kelenjar tiroid maupun di bagian tubuh yang lain.

3.  Terapi Hormon Tiroid

Jika seluruh kelenjar tiroid harus diangkat, Anda harus menjalani terapi hormon tiroid dengan cara mengonsumsi pil hormon tiroid. Pil ini juga mampu mencegah sisa-sisa sel kanker bertumbuh dan kembali. Cara kerja pil hormon tiroid adalah menurunkan kadar hormon perangsang tiroid yang diproduksi kelenjar hipofisis. Kelenjar hipofisis bertugas memberi sinyal kepada kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid, tetapi juga mendorong pertumbuhan sel kanker.

4.  Terapi Sinar X

Terapi ini menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Metode ini biasanya dilakukan pada kasus kanker tiroid dengan stadium lebih lanjut.

5.  Kemoterapi

Dalam situs Alodokter dijelaskan bahwa kemoterapi biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker tiroid anaplastik yang sudah menyebar hingga ke bagian tubuh lain.

Sebagaimana jenis kanker lain, sel kanker yang tumbuh di kelenjar tiroid pun dapat menyebar ke organ-organ lain. Bila ini terjadi, maka bisa menyebabkan komplikasi lain, seperti cedera pada pita suara dan kesulitan bernapas.

Deteksi Awal Kanker Tiroid

Benarkah Kanker Tiroid Bisa Sembuh?

Meski kanker tiroid bisa disembuhkan, bukan berarti Anda dapat tenang-tenang saja. Sebaiknya Anda mengetahui cara mendeteksi dini kanker tiroid agar dapat segera memeriksakan diri ke dokter bila merasakan gejalanya. Berikut cara mendeteksi dini benjolan kanker tiroid sebagaimana dikutip dari situs web Kompas:

  • Berdirilah di depan cermin
  • Arahkan pandangan ke atas sehingga bagian leher terbuka lebar
  • Lakukan gerakan menelan
  • Perhatikan daerah di bawah jakun, lalu lakukan kembali gerakan menelan sambil meraba bagian bawah jakun dengan ujung jari-jari kedua tangan
  • Perhatikan dan rasakan bilamana ada pembesaran atau benjolan
  • Segeralah berkonsultasi ke dokter bila Anda merasa terdapat benjolan di leher

Benjolan di leher tidak selalu berarti benjolan pada kelenjar tiroid, melainkan bisa juga menandakan penyakit gondok atau masalah pada kelenjar getah bening. Dikutip dari situs Halodoc, untuk menegakkan diagnosis kanker tiroid, Anda harus menjalani tahapan tes pemeriksaan berikut:

1.  Pemeriksaan Fisik

Langkah ini merupakan tahap awal dalam mendiagnosis kanker tiroid. Tujuan pemeriksaan fisik adalah mencari apakah ada perubahan biologis pada kelenjar tiroid Anda. Pada pemeriksaan ini, dokter juga akan menanyakan apakah Anda memiliki salah satu faktor risiko penyebab kanker tiroid.

2.  Tes Darah

Tes ini bertujuan mencari tahu apakah kelenjar tiroid di tubuh Anda berfungsi dengan normal.

3.  Biopsi

Pada tes ini, dokter akan memasukkan jarum panjang dan tipis ke nodul tiroid. Hasil biopsi akan diperiksa dan dianalisis di laboratorium untuk mencari keberadaan sel kanker.

4.  Tes Pencitraan

Tes ini membantu dokter dalam menentukan apakah sel kanker di tubuh penderitanya telah menyebar hingga ke organ-organ lain di luar kelenjar tiroid. Tes pencitraan mencakup pemindaian computed tomography (CT), positron emission tomography (PET) atau ultrasound.

5.  Pengujian Genetik

Beberapa penderita kanker tiroid meduler umumnya memiliki perubahan genetik yang berhubungan dengan kanker endokrin lainnya. Karena itu, dokter akan merekomendasikan pengujian genetik pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker untuk mencari keberadaan gen yang meningkatkan risiko munculnya kanker.

Kanker tiroid termasuk ke dalam golongan penyakit yang tidak bisa dicegah. Anda dapat berusaha menurunkan risikonya. Bila Anda memiliki faktor risiko penyebab kanker tiroid atau memiliki penyakit tiroid, Anda dianjurkan untuk rajin melakukan langkah-langkah deteksi dini dan memeriksakan diri secara rutin.

Selain menerapkan langkah-langkah deteksi awal, Anda juga perlu memiliki perlindungan khusus dari risiko penyakit. Tak ada orang yang berharap dirinya sakit. Nyatanya penyakit selalu datang di waktu yang tidak terduga dan merepotkan si penderita maupun keluarganya.

Hal lain yang tak bisa dihindari adalah soal biaya pengobatan. Tanpa persiapan yang baik, Anda akan kelimpungan saat harus mengeluarkan biaya sangat besar untuk konsultasi ke dokter, membeli obat, rawat inap, dan lain-lain.

Jangan biarkan hal itu terjadi pada Anda. Milikilah asuransi kesehatan yang dapat memberikan Anda perlindungan dari kerugian finansial akibat musibah tak terduga seperti penyakit atau kecelakaan, seperti Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life. Bila suatu hari Anda harus menjalani pengobatan, Anda tidak perlu pusing mencari pinjaman uang. Kondisi keuangan Anda pun tidak akan terganggu karena biaya pengobatan telah ditanggung oleh asuransi. Mega Hospital Investa adalah produk asuransi kesehatan yang memberikan manfaat santunan harian rawat inap, no claim bonus, dan santunan meninggal dunia.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.