Proteksi

12 Tanda Sakit Jantung yang Wajib Diwaspadai dan Sering Terabaikan

PFI Mega Life
 11 Sep 2020
Mengabaikan gejala sakit jantung dapat berakibat fatal. Kenali tanda-tanda terjadinya serangan jantung agar mendapat pertolongan secepatnya.

12 Tanda Sakit Jantung yang Wajib Diwaspadai dan Sering Terabaikan

Penyakit jantung dapat menyerang tiba-tiba. Dalam situs web Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) disebutkan, penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung, kini sering menyerang kelompok usia produktif. Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah terus meningkat setiap tahun. Sekitar 2.784.064 individu di Indonesia diketahui menderita penyakit jantung.

Karena itu, setiap orang perlu memahami apa saja tanda-tanda sakit jantung. Dengan mengenali tanda-tanda sakit jantung, Anda dapat melakukan tindakan pertolongan pertama secara cepat, baik terhadap diri sendiri atau membantu orang lain yang mengalaminya. Ayo, pahami 12 tanda sakit jantung yang wajib diwaspadai.

 

1.  Rasa tidak nyaman di bagian dada

Yang dimaksud rasa tidak nyaman di bagian dada bisa berupa nyeri, sesak, tekanan di bagian dada, atau rasa seperti terbakar. Gejala ini biasanya menandakan adanya sumbatan di bagian arteri jantung.

Gejala rasa tidak nyaman di bagian dada ini bisa terjadi dalam beberapa menit dan biasanya muncul saat Anda beristirahat atau justru saat melakukan aktivitas fisik yang berat. Jika gejala ini muncul berulang kali dan tidak hilang setelah beberapa menit, segera periksakan diri ke dokter. Pada perempuan, penyakit jantung bisa terjadi tanpa menimbulkan gejala rasa tidak nyaman di bagian dada.

 

2.  Mual, mulas, sakit perut, gangguan pencernaan

Gejala ini memang bisa jadi tidak berkaitan sama sekali dengan penyakit jantung. Namun, sebagian orang merasakan gejala ini saat sedang mengalami serangan jantung. Bila Anda termasuk orang yang memiliki risiko penyakit jantung, patut mewaspadai satu dari 12 tanda sakit jantung ini. Gejala ini lebih sering dialami perempuan daripada pria.

 

3.  Sleep apnea

Sleep apnea adalah kondisi gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara, selama beberapa kali saat sedang tidur. Orang yang mengalami sleep apnea akan mendengkur saat tidur. Namun, dengkurannya kerap terputus dan kadang seperti megap-megap atau berhenti bernapas. Pola dengkuran seperti ini membebani kerja jantung sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, irama jantung abnormal, stroke, dan gagal jantung.

 

4.  Berkeringat dingin

Munculnya keringat dingin tanpa alasan yang jelas juga bisa menjadi salah satu tanda terjadinya penyakit jantung. Bila Anda mengalami hal ini disertai dengan nyeri di bagian dada atau gejala penyakit jantung lainnya, segera periksakan diri ke dokter.

 

5.  Mudah lelah

Tanda lain dari penyakit jantung dapat dilihat dari perubahan pola kegiatan sehari-hari. Bila Anda tiba-tiba kesulitan melakukan kegiatan yang sebelumnya dapat dengan mudah Anda lakukan, sebaiknya waspadalah.

Misalnya, biasanya Anda dapat naik dan turun tangga di rumah tanpa merasa kelelahan, tetapi, sekarang rasanya justru sangat melelahkan. Atau, Anda merasa sangat kelelahan setelah melakukan rutinitas olahraga yang telah Anda jalani selama bertahun-tahun. Bila ini yang Anda rasakan, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter.

Dalam situs Web MD disebutkan, rasa lelah ekstrem, yang kadang berlangsung berhari-hari, akibat melakukan aktivitas fisik yang tergolong moderat bisa menjadi salah satu gejala penyakit jantung. Gejala ini lebih juga banyak dialami perempuan.

 

6.  Batuk yang tidak kunjung sembuh

12 Tanda Sakit Jantung yang Wajib Diwaspadai dan Sering Terabaikan

Batuk memang gejala penyakit yang cukup umum. Ternyata, batuk juga bisa menjadi salah satu dari 12 tanda sakit jantung bila berlangsung terus-menerus dan Anda mengeluarkan riak berwarna putih atau pink. Salah satu kemungkinannya adalah gagal jantung, yaitu jantung tidak dapat bekerja dengan normal sehingga darah bocor ke paru-paru.

 

7.  Gusi berdarah

Terkadang, gusi berdarah atau bengkak bisa berhubungan dengan penyakit jantung. Bakteri dari gusi bisa masuk ke aliran darah dan memicu peradangan di jantung. Karena itu, Anda yang termasuk berisiko terhadap penyakit jantung harus ekstra waspada ketika mengalami gusi berdarah.

 

8.  Noda hitam di leher, ketiak, dan selangkangan

Noda hitam di leher, ketiak, dan selangkangan disebut acanthosis nigricans. Kondisi ini bisa menjadi salah satu pertanda seseorang menderita diabetes. Bila penyakit ini tidak ditangani dengan baik, berisiko menimbulkan komplikasi yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung.

 

9.  Kaki, telapak kaki, dan pergelangan kaki bengkak

Bengkak pada ketiga bagian ini bisa menjadi pertanda bahwa jantung tidak dapat memompa darah dengan lancar. Saat jantung tidak bisa memompa darah dengan cepat, darah akan menumpuk di pembuluh darah sehingga timbullah bengkak. Selain itu, kondisi gagal jantung juga bisa membuat ginjal kesulitan membuang kelebihan air dan natrium dari tubuh, yang kemudian menyebabkan bengkak.

 

10.  Ruam kulit

Jangan remehkan ruam yang tiba-tiba muncul di kulit. Tingkat trigliserida yang sangat tinggi dapat memicu timbulnya ruam di sela-sela jari tangan maupun kaki. Ruam ini berhubungan dengan banyaknya lemak di dalam darah sehingga dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit jantung dan stroke.

 

11.  Kuku melengkung atau ada noda gelap di bawah kuku

Tanda penyakit jantung juga bisa dilihat dari perubahan kondisi kuku. Bila ujung kuku terlihat melengkung ke arah bawah, hal itu bisa menjadi indikasi awal risiko serangan jantung. Semakin besar kuku, maka ujung-ujung kuku akan membengkak, sedangkan ujung-ujung jari bisa memerah dan hangat. Hal ini terjadi karena penurunan level oksigen yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Sementara itu, noda gelap di bawah kuku bisa berarti adanya titik darah yang terperangkap di bawah kuku akibat adanya infeksi pada lapisan jantung atau katup jantung (endokarditis). Adanya noda gelap di bawah kuku dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke hingga empat kali lebih besar.

 

12.  Masalah dalam hubungan seksual

Disfungsi ereksi pada pria bisa menjadi salah satu dari 12 tanda sakit jantung. Dikutip dari situs CNN, disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi cukup lama saat berhubungan seksual. Peneliti KU Leuven-University Hospitals yang baru menerbitkan studinya di Journal of the Endocrine Society mengatakan, gangguan dalam hubungan seksual dapat menjadi tanda awal dari meningkatnya risiko dan kematian akibat masalah kardiovaskular.

Disfungsi ereksi dapat dipicu beberapa penyebab, di antaranya arteri yang tersumbat atau penyakit kardiovaskular yang dapat menghambat aliran darah untuk membuat ereksi. Menurut peneliti, pria dengan disfungsi ereksi dan kadar testosteron normal memiliki risiko kematian 51 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang tidak mengalami disfungsi ereksi. Pria dengan disfungsi ereksi dan kadar testosteron rendah memiliki risiko kematian dini lebih tinggi.

 

Jenis-jenis Penyakit Jantung

Selain mengetahui apa saja 12 tanda sakit jantung, Anda juga perlu memahami bahwa penyakit jantung terdiri dari beberapa jenis.

12 Tanda Sakit Jantung yang Wajib Diwaspadai dan Sering Terabaikan

  • Penyakit jantung koroner (PJK)

Dikutip dari situs web Alodokter, PJK terjadi saat pembuluh darah arteri yang berfungsi mengalirkan darah ke jantung mengeras dan mengalami penyempitan. Akibatnya, aliran darah dan oksigen ke jantung pun berkurang. Penyempitan pada pembuluh darah ke jantung bisa dipicu oleh penumpukan kolesterol dan pembekuan darah di dalam arteri (aterosklerosis). Nyeri dada akibat PJK bisa menjalar hingga ke leher, rahang, tenggorokan, punggung, dan lengan. Bila tidak segera diberi penanganan yang tepat, kondisi ini bisa berujung pada serangan jantung.

  • Serangan jantung

Serangan jantung terjadi saat pasokan darah ke jantung terhambat total sehingga sel-sel otot jantung mengalami kerusakan. Kondisi ini biasanya dipicu PJK. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jantung.

  • Aritmia

Aritmia adalah kondisi saat adanya gangguan pada irama jantung. Gangguan yang dimaksud bisa irama jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Aritmia terjadi saat rangsangan listrik yang mengatur detak jantung terganggu sehingga jantung tidak dapat bekerja dengan normal.

Aritmia bisa dipicu PJK, serangan jantung, kardiomiopati, serta gangguan elektrolit seperti kelebihan kalium (hiperkalemia) atau kekurangan kalium (hipokalemia) dalam darah.

  • Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah gangguan pada otot jantung. Kondisi ini menyebabkan adanya kelainan pada bentuk maupun kekuatan otot jantung sehingga jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Kardiomiopati biasanya merupakan kelainan genetik atau faktor keturunan. Selain itu, kardiomiopati juga bisa timbul akibat PJK, gagal jantung, hipertensi, atau penuaan.

  • Gagal jantung

Gagal jantung terjadi saat kondisi jantung terlalu lemah untuk dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini biasanya dimulai penyakit penyerta lain, seperti tekanan darah tinggi, PJK, diabetes, atau penyakit jantung bawaan. Bila berlangsung dalam waktu yang lama, gagal jantung dapat menyebabkan komplikasi serius seperti henti jantung, edema paru, gagal hati, dan gagal ginjal.

  • Penyakit jantung bawaan

Kelainan pada jantung bisa terjadi sejak lahir. Kondisi ini bisa terjadi pada dinding jantung, katup jantung, pembuluh darah di dekat jantung, atau gabungan dari semua kondisi tersebut. Penyakit jantung bawaan terjadi akibat adanya gangguan pada proses perkembangan jantung pada janin.

  • Penyakit katup jantung

Penyakit ini terjadi saat katup jantung tidak bisa membuka atau menutup dengan sempurna sehingga aliran darah ke seluruh tubuh pun menjadi terhambat. Penyakit katup jantung bisa terjadi sejak lahir karena faktor genetik, atau disebabkan penyakit maupun kondisi lain seperti demam reumatik, endokarditis, penyakit Kawasaki, PJK, kardiomiopati, dan serangan jantung.

  • Endokarditis

Dalam situs web Alodokter dijelaskan, endokarditis adalah infeksi pada jaringan ikat yang melapisi dinding dan katup jantung. Infeksi ini terjadi saat kuman (bakteri atau jamur) dari bagian tubuh lain, misalnya mulut atau kulit, masuk ke dinding jantung melalui aliran darah.

  • Tumor jantung

Tumor jantung adalah kondisi saat adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada dinding otot jantung atau lapisan pelindung jantung (perikardium). Tumor ini dapat bersifat kanker (ganas) atau nonkanker (jinak). Penderita tumor jantung sering kali tidak menunjukkan gejala khusus.

Bila Anda merasakan salah satu dari 12 tanda sakit jantung di atas, segeralah periksakan diri ke dokter. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Daripada menunggu gejala memburuk, sebaiknya lakukan antisipasi dengan memeriksakan kesehatan jantung sebelum terjadi masalah berat.

Bagi Anda yang sudah memiliki asuransi kesehatan, Anda dapat melakukan pemeriksaan dengan tenang karena biayanya ditanggung oleh perusahaan asuransi. Inilah manfaat memiliki asuransi kesehatan, yaitu melindungi Anda dari risiko kerugian finansial akibat sakit.

Tentu tidak ada yang ingin mengalami 12 tanda sakit jantung tersebut. Namun, saat tiba-tiba Anda merasakan salah satu atau beberapa di antaranya dan harus berobat, asuransi kesehatan akan membantu meringankan beban Anda.

Asuransi Mega Comforta dari PFI Mega Life adalah produk asuransi jiwa berjangka yang memberikan manfaat. Di antaranya adalah perlindungan asuransi jiwa dilengkapi perlindungan terhadap penyakit kritis dan manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan. Jaga selalu kesehatan jantung Anda dan lindungi diri dari risiko kerugian finansial akibat sakit dengan memiliki asuransi kesehatan.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.