Kesehatan

Rincian Biaya untuk Penyakit Kanker Payudara

PFI Mega Life
 21 Okt 2019
Pengobatan kanker payudara amat mahal, bahkan hingga mencapai ratusan juta. Memiliki asuransi penyakit kritis adalah cara terbaik untuk menanggulangi masalah tersebut.

Terdiagnosa dengan kanker payudara pasti menjadi hal yang mengejutkan bagi setiap orang, terutama para wanita. Kanker payudara sendiri memang tak hanya menyerang wanita. Para pria berpotensi terkena penyakit ini meskipun angka penderita pada kelompok tersebut memang jauh lebih kecil. 

Menurut data, seiap harinya 1 dari 8 perempuan di Indonesia didiagnosa dengan kanker payudara. Tak heran bila Indonesia ada di ranking teratas negara dengan penderita kanker payudara terbanyak di dunia. Hal ini berkaitan erat dengan kurangnya pemahaman mengenai penyebab kanker dan pentingnya melakukan pencegahan dan deteksi dini. 

Penyebab Kanker Payudara

 

Kanker payudara adalah suatu kondisi di mana sel kanker tumbuh di jaringan payudara dan dapat menyebar hingga ke bagian tubuh lain. Kondisi ini biasanya ditandai dengan adanya benjolan di payudara. Penyebab kanker yang satu ini antara lain adalah:

  • Paparan Radiasi

Penyebab kanker payudara yang pertama adalah terlalu intens dalam terkena paparan radiasi. Setiap harinya tubuh memang terkena paparan radiasi dalam skala kecil dari lampu, ponsel, dan lain-lain. Sinar matahari juga memancarkan radiasi. 

Agar paparan sinar radiasi ini tak memicu pertumbuhan sel kanker maka setiap orang perlu berusaha meminimalisirnya. Contoh cara meminimalisirnya adalah dengan menggunakan sunblock ketika bepergian di bawah sinar matahari. Usahakan juga untuk mematikan lampu ketika tidur agar tubuh tak terpapar radiasi lampu semalaman. 

  • Obesitas

Obesitas alias kelebihan berat badan adalah salah satu kondisi yang bisa mendatangkan banyak penyakit, termasuk kanker payudara. Orang dengan berat badan berlebih memiliki tumpukan lemak jenuh di dalam tubuhnya. Lemak itu yang kemudian digunakan sel kanker untuk menjangkiti tubuh manusia.


Kondisi obesitas sebaiknya segera dikendalikan. Atur pola makan dan pola hidup lainnya agar berat badan kembali ke angka yang ideal. Berat badan yang senantiasa terkendali akan meminimalisir risiko kanker payudara dan kanker lainnya. 

  • Penggunaan Pil KB Jangka Panjang 

Pada wanita, risiko kanker payudara bisa meningkat jika megkonsumsi pil KB dalam jangka panjang. Durasi yang aman untuk konsumsi pil KB adalah di bawah 5 tahun. Jika berniat untuk terus mengendalikan kehamilan lebih dari 5 tahun, setiap wanita sebaiknya memilih metode yang lebih aman. 

Pil KB bisa memicu kanker karena sifatnya yang merusak keseimbangan hormon. Hal itu pulalah yang menyebabkan kebanyakan wanita pengguna pil KB mengalami kenaikan berat badan dan memiliki masalah dengan siklus menstruasi.

Tak hanya bisa menyebabkan kanker payudara, penggunaan pil KB dalam jangka panjang juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Tentu bukan pilihan yang bijak mengorbankan kesehatan jangka panjang demi mengendalikan kehamilan ketika ada cara lebih aman yang bisa dipilih. 

  • Kebiasaan Makan yang Tak Sehat

Beberapa makanan bisa memicu kanker jika terlalu sering dikonsumsi. Contohnya adalah makanan yang diolah dengan cara dibakar. Pasalnya ketika dibakar, bahan makanan akan menghasilkan zat HCA (Heterocyclic Amine) dan PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbon) yang bersifat karsinogen. 

Jika dikonsumsi terus-menerus maka zat pemicu kanker akan tertimbun di dalam tubuh dan dimanfaatka sel kanker untuk aktif dan menyebar di tubuh manusia. Selain makanan yang diolah dengan cara dibakar, makanan instan dan makanan yang terlalu banyak mengandung lemak jenuh juga harus dihindari. 

  • Gaya Hidup yang Tak Sehat

Gaya hidup secara keseluruhan memang sangat menentukan daya tahan tubuh seseorang terhadap penyakit, mulai dari yang ringan hingga yang berat seperti kanker. Semakin rendah kesadaran seseorang dalam menjalankan gaya hidup sehat, maka semakin rentan pula terhadap penyakit. 

Contoh gaya hidup tak sehat yang bisa menyebabkan penyakit adalah mengkonsumsi makanan instan atau cepat saji, mengkonsumsi makanan tinggi lemak, dan malas berolahraga. Tidur tak teratur juga termasuk dari bagian gaya hidup tak sehat yang harus dihindari. 

Baik bagi laki-laki maupun perempuan, menjalankan gaya hidup sejak dini adalah cara terbaik untuk mencegah kanker payudara. Lengkapi dengan mengkonsumsi makanan dan minuman pencegah kanker. 

 

Baca Juga: 20 Penyebab Kanker Payudara yang Harus Diwaspadai

 

Gejala Kanker Payudara

Setelah mengetahui penyebab kanker payudara, hal yang tak kalah penting untuk dipahami adalah gejala dari kanker payudara itu sendiri. Pemahaman yang cukup mengenai gejala kanker payudara akan meningkatkan kemungkinan dilakukannya deteksi dini. 

Berikut adalah beberapa gejala kanker payudara yang harus diwaspadai:

  • Ukuran dan Bentuk Payudara Mengalami Perubahan

Deteksi pertama kanker payudara bisa dilakukan dengan melihat apakah ada perubahan yang signifikan dalam ukuran dan bentuk payudara. Perubahan bisa terjadi pada salah satu atau kedua belah payudara. 

Payudara kiri dan kanan memang memiliki ukuran yang berbeda. Namun jika tiba-tiba perbedaan antara keduanya terlihat sangat kontras sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. 

  • Adanya Benjolan di Payudara

Gejala kanker payudara yang paling mudah dilihat adalah benjolan, baik pada salah satu atau kedua payudara. Benjolan sebagai pertanda kanker terasa lunak ketika ditekan. Sementara untuk bentuknya cenderung tidak beraturan. 

Luangkanlah waktu untuk memeriksakan payudara setiap pagi, misalnya setiap hendak mandi. Pastikan tidak ada benjolan yang terasa ketika Anda menekannya. Jika ada, maka lekaslah memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi dan tindakan apa yang diperlukan. Ingatlah bahwa semakin cepat terdiagnosa maka semakin tinggi kemungkinan untuk sembuh. 

  • Adanya Cairan yang Keluar dari Puting

Pernahkan Anda menemukan adanya cairan yang keluar dari puting payudara? Jika ada, maka Anda perlu waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter. Adanya cairan yang keluar dari puting memang bisa menjadi salah satu gejala kanker payudara. Cairan yang dimaksud biasanya tampak bening namun berbau agak amis.

Pengobatan Kanker Payudara dan Perkiraan Biayanya

 

Ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan pada penderita kanker payudara. Pemilihannya tentu disesuaikan dengan tingkat keparahan kanker dan kondisi pasien secara keseluruhan. Sebagaimana sudah diketahu, tindakan untuk pengobatan kanker sama sekali tak murah apalagi jika tak didampingi asuransi penyakit kritis. 

Beberapa tindakan yang paling sering dilakukan pada penderita kanker payudara antara lain ialah kemoterapi, radioterapi, operasi, dan cryosurgery. Berikut penjelasan lebih lengkapnya untuk Anda:

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode yang paling dianjurkan jika sel kanker sudah mulai menyebar ke banyak area di tubuh. Pasalnya efek kemoterapi memang menyebar ke seluruh tubuh, tak menargetkan suatu area secara spesifik. 


Kemoterapi ialah tindakan medis yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker dan sel abnormal lainnya di dalam tubuh. Rata-rata penderita kanker membutuhkan 12 hingga 24 kali kemoterapi untuk membasmi sel kankernya. Adapun biaya yang dibutuhka untuk tiap kali melakukan tindakan adalah Rp. 2.000.000,-.

  • Radioterapi

Radioterapi kerap dilakukan ada penderita kanker pada stadium awal. Tujuan dari tindakan medis ini adalah untuk menghancurkan sel kanker yang tengah terus berkembang. Radioterapi sendiri merupakan terapi untuk kanker dengan memanfaatkan sinyal radioaktif. 

Radioterapi memiliki beberapa efek samping, tergantung pada bagian mana terapi tersebut dilakukan. Jumlah tindakan yang harus dilakukan juga tergantung pada kondisi pasien. Rata-rata tindakan radioterapi membutuhkan dana sebesar Rp. 20.000.000,-.

  • Operasi

Pada kondisi tertentu pasien kanker mungkin akan memerlukan tindakan operasi. Pada kanker payudara misalnya, benjolan yang sudah terlalu besar perlu diangkat dengan melakukan operasi. Sayangnya operas ini tak lantas bisa menyembuhkan kanker sepenuhnya. 

Kasus yang banyak ditemukan adalah pasca operasi sel kanker tetap aktif di jaringan yang lain. Jadi operasi dilakukan untuk meringankan rasa sakit pasien dan menghindari risiko yang lebih buruk. Biaya yang dibutuhkan kurang lebih adalah Rp. 40.000.000,- hingga Rp. 50.000.000,-.

  • Cryosurgery

Cryosurgery adalah metode pengobatan kanker dengan menggunakan suhu ekstrim untuk menghancurkan sel-sel yang masih aktif. Metode ini sudah dipakai sejak lama dan tak terlalu popular lagi saat ini. Namun masih digunakan di beberapa tempat. 

Biaya yang dibutuhkan untuk cryosurgery cukup tinggi, yakni mencapai Rp. 20.000.000,- per tindakan. Seberapa sering tindakan dilakukan kembali disesuaikan dengan kondisi pasien. 
 

Mengingat mahalnya biaya tindakan yang diperlukan maka ada baiknya Anda melindungi diri dengan asuransi penyakit kritis. Jadi, jika suatu saat Anda teriagnosa dengan penyakit kritis asuransi bisa diklaim dan uangnya digunakan untuk keperluan pengobatan.

Tentu tak ada orang yang mau terkena kanker. Namun Anda harus paham bahwa banyak hal tak terduga yang mungkin terjadi dalam hidup. Asuransi Mega Comforta dari  PFI Mega Life sangat memahami hal tersebut dan siap memberikan perlindungan terbaik untuk Anda. 

 

Baca Juga: Minuman dan Makanan Penyebab Kanker

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.