Kesehatan

Harga, Tujuan, dan Risiko dari Operasi Bypass Jantung

PFI Mega Life
 19 Nov 2020
Sebagian penderita penyakit jantung koroner perlu menjalani operasi bypass jantung. Bagaimana prosedurnya? Adakah risikonya? Temukan jawabannya di sini!

Harga, Tujuan, dan Risiko dari Operasi Bypass Jantung

Penyakit jantung dapat membahayakan nyawa penderitanya. Sebagian penderita penyakit jantung perlu menjalani operasi untuk memastikan jantungnya dapat tetap berfungsi dengan normal. Indikasi pasien yang perlu menjalani operasi jantung adalah:

  • memiliki penyakit jantung koroner atau gagal jantung;
  • mengalami kerusakan atau kelainan pada bagian jantung;
  • memerlukan alat pacu jantung implan;
  • membutuhkan transplantasi jantung.

 

Ada berbagai jenis operasi jantung, yaitu operasi bypass jantung (coronary artery bypass grafting), operasi katup jantung, operasi transplantasi jantung, angioplasti (percutaneous coronary interventions), operasi ablasi (maze surgery), dan penanaman implan alat pacu jantung (pacemaker). Setiap jenis operasi jantung bertujuan mengatasi masalah jantung yang berbeda.

Operasi bypass jantung adalah salah satu jenis penanganan bagi penderita penyakit jantung koroner. Dalam operasi bypass jantung, dokter akan membuat jalan pintas atau saluran baru untuk mengganti saluran yang tersumbat sehingga suplai darah ke jantung menjadi lancar.

Dikutip dari situs Alodokter, tujuan operasi bypass jantung adalah meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung, mengurangi risiko serangan jantung, menyembuhkan nyeri dada (angina), dan mengembalikan kemampuan fisik penderita penyakit jantung.

Dalam situs Kompas, dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular Maizul Anwar menerangkan, operasi bypass jantung bisa dilakukan dalam keadaan darurat maupun direncanakan. Keadaan darurat adalah bila dalam 6 jam pertama setelah terjadinya serangan jantung, pasien sudah dikateterisasi, tetapi kondisinya tidak membaik. Menurut dokter Maizul, risiko rata-rata mortalitas dari operasi bypass jantung adalah 1 persen. 

Kapan Perlu Operasi Bypass Jantung?

Jantung adalah organ vital yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam otot jantung. Pasokan darah ke otot jantung disuplai pembuluh darah arteri koroner.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah arteri koroner tersumbat timbunan lemak. Bila lemak makin menumpuk, arteri akan makin menyempit dan membuat aliran darah ke jantung berkurang.

Arteri jantung yang mengalami penyumbatan dapat menimbulkan serangan jantung dan gagal jantung. Operasi bypass jantung bertujuan untuk mengembalikan pasokan darah kaya oksigen ke otot jantung yang sebelumnya terhambat.

Pada kenyataannya, tidak semua penderita penyakit jantung koroner harus menjalani operasi bypass jantung. Dalam situs Alodokter dijelaskan indikasi pasien penyakit jantung koroner perlu menjalani operasi bypass jantung:

  • Lebih dari satu pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga bilik jantung kiri tidak berfungsi secara normal. Bilik jantung kiri adalah bagian jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Arteri koroner kiri utama, yang bertugas memasok darah ke bilik kiri, mengalami penyempitan atau penyumbatan berat.
  • Mengalami penyumbatan pembuluh arteri yang tidak bisa diatasi dengan pemasangan ring.
  • Menderita nyeri dada parah.

 

Ada beberapa hal yang juga perlu diketahui sebelum seseorang menjalani operasi bypass jantung:

  • Penderita penyakit jantung koroner yang tidak mengalami gejala-gejala yang dapat memicu serangan jantung tidak disarankan untuk menjalani operasi bypass jantung.
  • Risiko timbulnya komplikasi pascaoperasi lebih tinggi pada penderita penyakit jantung koroner yang berusia di atas 85 tahun.
  • Risiko timbulnya komplikasi pascaoperasi juga tinggi pada pasien dengan salah satu kondisi ini: baru mengalami serangan jantung, stroke, gangguan pembekuan darah, pernah mendapatkan radioterapi di dada, pernah menjalani operasi pada bagian dada, memiliki riwayat penyakit paru obstruktif kronis, serta sedang mengalami infeksi atau gangguan elektrolit.

 

Sebagaimana tindakan bedah lainnya, operasi bypass jantung pun memiliki risiko komplikasi. Dengan semakin majunya teknologi kedokteran saat ini, risiko terjadinya komplikasi dapat ditekan. Berikut contoh komplikasi yang dapat muncul saat operasi bypass jantung terbuka:

  • Perdarahan atau infeksi luka operasi
  • Aritmia atau gangguan irama jantung
  • Penggumpalan darah
  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Nyeri dada
  • Gagal ginjal
  • Reaksi alergi obat bius

 

Prosedur Operasi Bypass Jantung

Harga, Tujuan, dan Risiko dari Operasi Bypass Jantung

Bila Anda dijadwalkan untuk melakukan operasi bypass jantung, sebelumnya dokter akan memberikan instruksi mengenai apa saja yang perlu Anda persiapkan. Mulai dari sejumlah kegiatan yang tidak boleh Anda lakukan, pola makan yang harus dijalani, jenis makanan yang harus dimakan, serta obat-obatan yang harus dikonsumsi. Anda juga akan diminta untuk menjalani serangkaian tes awal sebelum operasi, seperti rontgen dada, tes darah, elektrokardiografi, dan kateterisasi jantung.

Dalam situs Alodokter disebutkan, operasi bypass jantung biasanya berlangsung antara 3-6 jam. Pasien akan dibius total sehingga tidak sadar selama pembedahan.

Dokter akan memeriksa denyut jantung, tekanan darah, kadar oksigen di dalam tubuh, dan fungsi pernapasan pasien. Pasien juga akan memakai selang pernapasan melalui tenggorokan, yang tersambung ke ventilator atau alat bantu pernapasan untuk memberikan asupan oksigen yang dibutuhkan.

Kemudian, dokter bedah jantung akan membuat sayatan sepanjang bagian tengah rongga dada dan membelah tulang dada hingga jantung terlihat. Pasien akan diberi obat-obatan untuk menghentikan kerja jantung. Setelah jantung berhenti, pembuluh darah besar akan disambungkan ke mesin jantung paru untuk menggantikan kerja jantung dalam menjaga pasokan darah ke seluruh tubuh.

Selanjutnya, dokter akan mencangkok (graft) pembuluh darah dari bagian tubuh lainnya (biasanya diambil dari pembuluh darah vena di paha atau arteri di sekitar rongga dada) yang ditempelkan dari pembuluh darah arteri besar (aorta) ke pembuluh darah arteri koroner yang sudah melewati daerah pembuluh darah yang menyempit. Dan terbentuklah jalur pintas baru yang tidak melewati arteri koroner yang tersumbat.

Setelah pencangkokan pembuluh darah baru selesai, dokter akan membuat jantung kembali berdenyut. Dokter lalu menyatukan kembali tulang dada dengan kawat khusus yang akan permanen menempel di tulang dada, serta menutup sayatan di kulit dengan jahitan. Selang pernapasan yang dipasang sebelumnya akan dilepas saat pasien sudah dapat bernapas sendiri dengan normal.

Teknik yang dijelaskan di atas adalah teknik konvensional. Selain itu ada juga teknik non-konvensional, yaitu pembedahan tanpa menghentikan denyut jantung,  operasi bypass jantung sayatan minimal (minimally invasive coronary artery bypass graft), atau menggunakan bantuan robot sehingga tidak perlu membelah tulang dada.

Dalam situs Kompas, ahli bedah toraks dan kardiovaskular menjelaskan, kelebihan operasi bypass jantung sayatan minimal adalah tidak perlu membelah tulang dada. Efek dari langkah ini yaitu mengurangi nyeri dan risiko infeksi secara signifikan, mengurangi volume darah yang terbuang, dan hanya meninggalkan bekas luka sayatan sebesar 5 sentimeter.

Pelaksanaan operasi bypass jantung sayatan minimal juga 1–2 jam lebih cepat daripada operasi konvensional. Waktu rawat inap pasien pun lebih singkat, sekitar 4–5 hari dengan masa pemulihan antara 2–3 minggu.

Meski minim risiko, ternyata tidak semua penderita penyakit jantung koroner dapat menjalani operasi bypass jantung sayatan minimal. Dikutip dari situs Kompas, berikut kriteria pasien yang dapat menjalani operasi tersebut:

  • Pasien penyakit jantung koroner yang gejalanya tidak dapat diperbaiki lagi dengan mengonsumsi obat ataupun dengan pemasangan ring.
  • Pasien penyakit jantung koroner yang sudah pernah menjalani pemasangan ring.
  • Belum pernah terkena serangan jantung. Pasien penyakit jantung koroner dengan penyumbatan sudah mencapai 50 persen.
  • Pasien tidak kelebihan berat badan atau obesitas.

 

Penanganan Pascaoperasi Bypass Jantung

Harga, Tujuan, dan Risiko dari Operasi Bypass Jantung

Selama pasien operasi bypass jantung masih menggunakan selang pernapasan, ia akan ditempatkan di unit perawatan intensif (ICU) sampai dapat bernapas sendiri dengan normal. Proses ini biasanya berlangsung antara 1-2 hari. Selama pasien berada di ICU, dokter akan memantau tanda vital seperti detak jantung, tekanan darah, pernapasan, dan suhu secara berkala.

Masa pemulihan pascaoperasi berbeda-beda bagi tiap pasien, tergantung kondisi kesehatan masing-masing. Umumnya, dibutuhkan waktu antara 6 minggu sampai 3 bulan bagi pasien untuk bisa benar-benar pulih dan kembali beraktivitas dengan normal. 

Kisaran Biaya Operasi Bypass Jantung

Jantung adalah organ vital yang memiliki peran penting bagi hidup manusia. Tak heran bila tindakan medis untuk mengatasi masalah pada jantung membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Biaya operasi bypass jantung antara Rp 80-100 juta. Besarnya biaya ditentukan fasilitas rumah sakit, banyaknya pembuluh darah yang harus diganti, tenaga medis yang dibutuhkan, serta teknologi yang digunakan. Itu baru untuk kebutuhan operasinya.

Selain itu, Anda perlu mengeluarkan biaya untuk membayar biaya pemeriksaan dan perawatan lainnya, seperti konsultasi dokter, obat-obatan, rawat inap sebelum dan sesudah operasi, dan lain-lain. Total biaya yang harus Anda persiapkan untuk seluruh tahap menuju hingga sesudah operasi bypass jantung antara Rp 300–500 juta.

Antisipasi Risiko Penyakit Jantung

Melihat besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi bypass jantung, Anda perlu memiliki perlindungan khusus dari risiko tersebut. Apalagi, jumlah kasus penyakit jantung koroner di Indonesia terus meningkat. Penyakit jantung koroner bahkan tercatat sebagai penyakit dengan jumlah kematian terbesar dibandingkan penyakit lain.

Selain mempraktikkan gaya hidup sehat untuk melindungi diri dari penyakit kardiovaskular, Anda juga perlu memiliki perlindungan khusus dari risiko kerugian finansial akibat penyakit jantung koroner. Lindungi diri Anda dengan memiliki asuransi Mega Comforta yang menawarkan benefit yang tidak sedikit sebagai antisipasi risiko penyakit berbahaya.

Mega Comforta memberikan uang pertanggungan kepada pemegang polis jika tertanggung pertama kali mendapat diagnosis salah satu dari 10 penyakit kritis berikut:

  1.  Infarks miokard
  2.  Penyakit pembuluh darah arteri koroner yang membutuhkan operasi bypass
  3.  Operasi penggantian katup jantung
  4.  Stroke
  5.  Kanker
  6.  Gagal ginjal
  7.  Gagal hati
  8.  Koma
  9.  Transplantasi organ tubuh utama
  10.  Luka bakar hebat 20% dari luas permukaan tubuh

 

Beruntunglah Anda bila saat harus menjalani operasi bypass jantung telah memiliki asuransi Mega Comforta.

Selain untuk melindungi diri dari penyakit kritis, Anda juga perlu memiliki asuransi kesehatan untuk membantu meringankan beban finansial dari penyakit lainnya. Saat Anda sakit, Anda harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membayar konsultasi dengan dokter, berbagai macam tes, rawat inap, hingga membeli obat. Bila memiliki asuransi kesehatan, biaya berbagai pemeriksaan itu akan ditanggung perusahaan asuransi sehingga Anda dapat lebih fokus pada proses penyembuhan.

Produk asuransi kesehatan, seperti Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life, akan melindungi Anda dari kerugian finansial akibat terkena musibah penyakit. PFI Mega Life adalah perusahaan asuransi yang menyediakan berbagai solusi dan produk asuransi untuk memenuhi kebutuhan perlindungan bagi Anda dan keluarga Anda. Solusi perlindungan yang ditawarkan PFI Mega Life disesuaikan untuk kebutuhan spesifik Anda untuk jangka pendek dan panjang.

Mega Hospital Investa adalah produk asuransi kesehatan yang memberikan manfaat santunan harian rawat inap, no-claim bonus, dan santunan meninggal dunia. Mega Hospital Investa dapat memberikan perlindungan kesehatan kepada Anda dan anggota keluarga yang berusia mulai dari 6 bulan sampai dengan 59 tahun.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.