Kesehatan

Hindari Hujan Agar Anak Tidak Sakit dan Dirawat Inap

PFI Mega Life
 24 Des 2019
Selain membawa manfaat, musim hujan juga membawa berbagai risiko penyakit seperti DBD pada anak. Lindungi anak Anda dengan asuransi Mega Hospita Investa.

Beberapa kota di Indonesia sudah mulai sering diguyur hujan. Normalnya, bulan-bulan ini memang sudah mulai masuk musim hujan. Turunnya hujan tentu merupakan berkah tersendiri bagi banyak orang, termasuk masyarakat perkotaan yang selama ini mengeluhkan panasnya musim kemarau. 

Namun tentu saja datangnya musim hujan juga membawa beberapa kekhawtiran, termasuk gejala DBD pada anak. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut memang menjadi langganan ketika musim hujan tiba. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan untuk terserang. 

Orang tua perlu benar-benar belajar mengenali gejala DBD pada anak-anak. Sebab akan sangat berbahaya jika penyakit ini baru terdeteksi ketika sudah sampai tahap yang serius. Kasus kematian karena DBD sendiri bukanlah kasus yang jarang ditemukan.

 

Gejala DBD Pada Anak yang Harus Diwaspadai

 

Apa sajakah sebenarnya gejala DBD yang harus diwaspadai? Apakah gejala DBD pada anak 1 tahun berbeda dengan anak-anak yang sudah lebih besar? Berikut penjelasan singkatnya untuk Anda:

  • Demam Tinggi

Sama seperti pada orang dewasa, gejala utama yang pasti ditimbulkan DBD pada anak adalah demam tinggi. Demam ini biasanya terjadi secara mendadak dan akan bertambah tinggi di malam hari. Demam pada anak-anak yang terserang DBD bisa mencapai 40 derajat Celsius.
 
Jika tidak ditangani dengan baik demam tinggi ini menyebabkan kejang. Sebagai langkah pencegahan orang tua sebaiknya memiliki stok obat Pereda demam di rumah. Pastikan dosisnya aman untuk anak-anak.

  • Muncul Bintik Kemerahan di Tubuh

Tanda berikutnya yang biasa muncul sebagai gejala DBD pada anak 7 tahun atau yang lebih kecil adalah bitnik-bintik merah di beberapa bagian tubuh. Bintik tersebut paling sering ditemukan di bagian tangan dan kaki serta tidak menimbulkan efek gatal. 

Bintik atau ruam di tubuh ini biasanya akan tampak semakin jelas seiring dengan semakin tingginya demam yang menyerang. Orang tua yang mendapati gejala ini pada anaknya perlu segera membawa sang anak ke rumah sakit. Nantinya dokter yang akan menentukan perlu dilakukan tindakan rawat inap atau tidak. 

  • Sakit Kepala dan Nyeri Sendi

Gejala DBD pada anak berikutnya adalah sakit kepala dan nyeri sendi. Pada anak-anak yang belum mahir bicara gejala ini bisa tampak dari perilakunya yang tampak lemas. Sakit kepala dan nyeri sendi ini bisa berlangsung selama beberapa hari. 

Sebagai pertolongan pertama orang tua bisa memberikan obat Pereda nyeri pada anaknya. Namun, setelah itu tetap harus diperiksakan ke dokter agar mendapat diagnosa yang lengkap. Jangan lupa berikan anak asupan air putih yang cukup agar anak tidak dehidrasi.

  • Pendarahan dari Hidung (Mimisan)

Orang tua harus benar-benar waspada ketika anak sudah mulai menunjukkan gejala berupa pendarahan dari hidung (mimisan). Gejala ini bisa muncul karena suhu tubuh sudah terlalu tinggi. Jika gejala DBD pada anak 7 bayi ini sampai muncul, pastikan anak berada dalam posisi duduk tegak. Biarkan sampai mimisannya berhenti baru segera dibawa ke dokter. 

Tidak semua anak yang menderita DBD akan mengalami mimisan. Tapi bukan berarti anak yang tak mengalami mimisan tak butuh pertolongan dokter dengan segera. 
 

Baca Juga: Beberapa Gejala DBD yang Perlu Diwaspadai

 

Cara Mencegah Agar Anak Tak Sakit di Musim Hujan

 

Demam berdarah hanya salah satu penyakit yang rentan menyerang di musim hujan. Masih banyak penyakit lain yang banyak menyerang ketika musim hujan tiba. Kondisi ini pasti membuat para orang tua khawatir dengan kesehatan anaknya. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua agar anaknya tak jatuh sakit di musim hujan.

  • Banyak Minum Air Putih

Selama musim hujan orang tua harus memastikan anaknya mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, bila perlu lebih banyak dari hari-hari biasanya. Kadar air putih yang cukup di dalam tubuh bisa membantu menjaga metabolism tetap lancar, dengan begitu daya tahan tubuh juga jadi baik. 

Orang tua perlu rajin mengingatkan anaknya untuk rutin mengkonsumsi air putih. Bila perlu akali dengan memasukkan air putih ke botol atau mug khusus balita. 

  • Memakai Pakaian Hangat

Masih berada dalam masa pertumbuhan membuat tubuh anak-anak lebih rentan dari orang dewasa. Bahkan gejala DBD pada anak berusia 7 tahun saja masih banyak ditemukan. Karena itu saat musim hujan tiba orang tua perlu memberikan perlindungan ekstra pada anak-anaknya. 

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan anak mengenakan pakaian hangat, terutama jika bepergian ke luar rumah. Pakaian hangat akan menjaga anak-anak dari suhu dingin musim hujan yang mungkin akan membuatnya menggigil. Selain itu pakaian hangat juga berfungsi untuk melindungi anak dari gigitan nyamuk. 

Pilihlah pakaian hangat yang bahannya nyaman. Hal tersebut dimaksudkan agar anak-anak tidak rewel ketika harus memakainya dalam waktu yang lama. 

  • Memastikan Anak-Anak Cukup Istirahat

Jika tidur selama 6 jam sudah cukup bagi orang dewasa, tentu tidak demikian halnya untuk anak-anak. Mereka butuh tidur selama 8 hingga 10 jam dalam sehari. Pada musim hujan orang tua perlu memastikan anak-anaknya mendapat istirahat yang cukup. 

Selain tidur di malam hari, anak-anak juga sebaiknya disiplin tidur siang. Anak-anak yang cukup istirahat akan memiliki daya tahan tubuh yang baik. Jika sudah begitu maka gejala DBD pada anak dan penyakit-penyakit lainnya tak akan mudah menyerang. 

Selama musim hujan orang tua bisa mempertimbangkan penggunaan kelambu di kamar anak-anak. Cara tersebut cukup efektif untuk menghindarkan anak dari gigitan nyamuk. 

  • Menjaga Pola Makan Sehat

Hal berikutnya yang tak kalah penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit selama musim hujan adalah menjaga asupan makanannya. Pastikan anak-anak lebih banyak mengkonsumsi protein serta buah dan sayur yang kaya akan kandungan antioksidan. 

Tak sedikit orang tua yang mengeluhkan tentang anaknya yang tak doyan makan buah dan sayur. Anda bisa mengakali hal tersebut dengan cara yang lebih kreatif dengan mengolahnya menjadi us atau makanan berbentuk lucu kegemaran anak. Asupan makanan yang sehat dan bergizi seimbang akan membantu memperbaiki daya tahan tubuh anak Anda. 

  • Mewaspadai Perkembangan Nyamuk

Setelah fokus pada perlindungan diri anak, kebersihan lingkungan juga perlu dicegah dalam rangka mencegah munculnya gejala DBD pada anak. Pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah Anda agar tak jadi tempat nyamuk berkembang biak. 

Pastikan juga Anda menguras bak mandi minimal seminggu sekali. Beri bubuk abate agar nyamuk benar-benar tak punya kesempatan untuk berkembang biak. Bila perlu, lakukan pengasapan untuk mengusir nyamuk yang mungkin masih bersarang di rumah Anda. 


Setelah melakukan semua langkah pencegahan gejala DBD pada anak 2 tahun dan lain-lain di atas akan lebih baik jika Anda melengkapi keluarga Anda dengan proteksi tambahan berupa asuransi. Jadi, jika ada keluarga yang harus tumbang di musim hujan ini Anda tidak akan kelimpungan secara finansial. 

Jenis asuransi yang cocok untuk Anda miliki pada kasus di atas adalah asuransi rawat inap, misalnya seperti Mega Hospita Investa yang diterbitkan oleh PFI Mega Life. Asuransi tersebut akan memberikan uang santunan rawat inap ketika Anda atau si kecil harus menjalani perawatan di rumah sakit. Hindari hujan agar si kecil tak sakit, hindari juga semua risikonya bersama Mega Hospita Investa dari PFI Mega Life. 


Baca Juga: Cara Mudah Menghentikan Diare

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.