Kesehatan

Ini Dia Penyebab Gagal Jantung yang Sering Terjadi dan Faktor Risikonya

PFI Mega Life
 19 Nov 2020
Tingkat kematian akibat gagal jantung termasuk tinggi. Ketahui apa saja penyebab gagal jantung agar Anda tahu bagaimana mencegahnya.

Ini Dia Penyebab Gagal Jantung yang Sering Terjadi dan Faktor Risikonya

Gagal jantung kongestif adalah kondisi saat otot jantung tidak dapat memompa darah dan oksigen dengan baik. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh melambat dan jantung tidak dapat bekerja secara efektif. Selain itu, organ-organ tubuh lain yang membutuhkan suplai darah dan oksigen akan terganggu dan tidak dapat berfungsi dengan baik.

Dengan tingkat kesakitan yang tinggi, kualitas hidup penderita gagal jantung bisa dibilang rendah. Penderita gagal jantung tidak bisa menjalani hidup dengan normal, harus menjalani pemeriksaan berulang-ulang. Ini semakin memperbesar biaya pengobatan dan perawatan yang tentu saja tidak murah.

Gangguan pada jantung merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi di berbagai negara di dunia. Gagal jantung adalah salah satu gangguan pada jantung dengan tingkat kematian dan kesakitan yang tinggi, baik di negara maju maupun di negara berkembang.

Dikutip dari situs Liputan6, prevalensi gagal jantung di Indonesia mencapai 5 persen dari total populasi. Angka ini lebih besar daripada prevalensi di Eropa dan Asia, yakni antara 1–2 persen. Selain itu, usia pasien gagal jantung di Indonesia relatif lebih muda dibandingkan di Eropa atau Amerika Serikat, yaitu rata-rata 58 tahun.

Dalam perayaan Hari Jantung Sedunia 2020, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siti Elkana Nauli mengatakan, angka harapan hidup penderita gagal jantung adalah sekitar 50 persen. Dikutip dari situs Liputan6, dokter Siti menambahkan, tingkat kematian pasien gagal jantung yang dirawat inap adalah 17–20 persen, dan rata-rata meninggal setelah 30 hari dirawat.

Kenali dan Waspadai Penyebab Gagal Jantung

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab gagal jantung. Dokter Siti mengatakan, mayoritas penyebab gagal jantung adalah hipertensi, penyakit jantung koroner, dan diabetes. Selain itu, masih ada faktor lain yang dapat menyebabkan gagal jantung. Yuk, kenali sejumlah penyebab gagal jantung.

  • Hipertensi

Saat tekanan dalam pembuluh darah terlalu tinggi, jantung harus bekerja lebih keras untuk bisa memompa darah ke seluruh organ tubuh. Bila kondisi ini tidak diatasi, jantung akan terus-terusan bekerja secara berlebihan. Lama-kelamaan, otot jantung bisa kaku dan mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah.

  • Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan plak yang menyumbat pembuluh darah jantung sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Dikarenakan kekurangan pasokan oksigen, otot jantung menjadi rusak dan jantung tidak bisa memompa darah dengan baik. Kondisi inilah yang membuat penderita jantung koroner berisiko mengalami gagal jantung. Penyakit ini juga paling sering menjadi penyebab seseorang mengalami gagal jantung.

  • Diabetes

Penderita diabetes cenderung mengembangkan hipertensi dan aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah). Dalam situs Halodoc disebutkan, risiko mengalami gagal jantung lebih tinggi pada penderita diabetes, tepatnya dua kali lebih tinggi pada pria dan lima kali lebih tinggi pada perempuan. Risiko ini akan meningkat seiring bertambahnya usia dan durasi menderita diabetes.

  • Anemia

Salah satu fungsi darah adalah menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Fungsi tersebut dapat berjalan bila kadar hemoglobin di dalam sel darah merah mencukupi. Penderita anemia kekurangan sel darah merah. Bila jumlah sel darah merah tidak mencukupi, jantung harus bekerja lebih keras untuk mempercepat aliran darah guna mengantarkan oksigen ke seluruh  tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung karena otot jantung kelelahan akibat bekerja terlalu keras.

  • Gangguan katup jantung

Katup jantung berfungsi memastikan aliran darah mengalir ke arah yang seharusnya. Apabila katup jantung tidak membuka atau menutup sebagaimana mestinya, aliran darah akan terhambat. Kondisi ini akan membuat jantung harus bekerja lebih berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Dalam situs Kompas disebutkan, masalah pada katup jantung bisa disebabkan sejumlah faktor, seperti penyakit, infeksi (endokarditis), atau cacat sejak lahir. Bila gangguan pada katup jantung tidak segera diatasi, jantung akan melemah dan tidak mampu lagi memompa darah secara normal.

  • Aritmia

Aritmia adalah gangguan pada irama jantung, ditandai irama jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Bila irama jantung tidak normal, kerja jantung pun akan terganggu, termasuk dalam memompa darah. Aritmia yang berlangsung dalam jangka waktu lama merupakan salah satu pertanda adanya masalah pada jantung, termasuk gagal jantung.

  • Miokarditis

Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung. Umumnya, miokarditis disebabkan infeksi virus. Namun, miokarditis juga bisa diakibatkan infeksi parasit atau jamur, serta dipicu penyakit autoimun. Saat otot jantung meradang, fungsi jantung pun terganggu, termasuk dalam memompa darah secara efektif.

Gejala Gagal Jantung

Gejala gagal jantung bisa berbeda antara pasien satu dengan yang lain. Dalam situs Pusat Jantung Nasional disebutkan gejala gagal jantung yang utama adalah sesak napas dan kelelahan sepanjang hari. Sesak napas biasanya makin terasa saat penderita berbaring.

Gagal jantung juga dapat membuat pasokan darah ke ginjal lebih sedikit, yang ditandai dengan gejala berikut:

  • Pembengkakan pada kaki (termasuk pergelangan kaki) dan perut
  • Kenaikan berat badan
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat pada malam hari

 

Bila pasokan darah ke otot dan organ penting lain berkurang, penderitanya akan merasakan gejala berikut:

  • Lemah
  • Bingung
  • Pusing

 

Pada segelintir kasus, gagal jantung juga dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Mengi
  • Batuk yang memburuk di malam hari
  • Perut kembung
  • Jantung berdebar-debar tidak teratur (palpitasi)
  • Detak jantung yang cepat
  • Nafsu makan berkurang
  • Penurunan berat badan
  • Pingsan
  • Cemas
  • Depresi

 

Penanganan Gagal Jantung

Ini Dia Penyebab Gagal Jantung yang Sering Terjadi dan Faktor Risikonya

Dalam situs Pusat Jantung Nasional disebutkan, penderita gagal jantung harus mengubah gaya hidupnya agar gejala penyakitnya dapat terkendali. Perubahan gaya hidup ini harus dilakukan seumur hidup.

Pada dasarnya, dokter akan melakukan perawatan atau pengobatan yang fokusnya adalah mengurangi kemungkinan komplikasi penyakit, timbulnya gejala gagal jantung, serta meningkatkan kualitas hidup penderita. Penderita gagal jantung harus minum obat, dan sebagian harus menjalani operasi atau dipasangi alat agar jantungnya dapat berfungsi dengan semestinya.

Berikut beberapa jenis operasi untuk gagal jantung, dikutip dari situs Pusat Jantung Nasional:

  • Operasi bypass atau angioplasty

Tujuan operasi ini adalah mengatasi gagal jantung akibat penyakit jantung koroner. Ada dua jenis operasi bypass. Pertama adalah menggunakan balon kecil untuk merenggangkan pembuluh yang sempit atau tersumbat. Kedua adalah mengalihkan aliran darah dari pembuluh darah yang sempit atau tersumbat ke pembuluh darah lain yang masih sehat.

  • Operasi katup jantung

Operasi ini terdiri atas dua jenis, yaitu operasi untuk memperbaiki katup dan operasi untuk mengganti katup jantung.

  • Operasi transplantasi jantung

Operasi ini menjadi pilihan terakhir bila penggunaan obat-obatan tidak berhasil. Operasi ini bertujuan mengganti jantung pasien dengan jantung lain dari donor. Prosedur ini sangat sulit karena berisiko tinggi, serta harus mencari donor jantung yang memiliki kecocokan dengan pasien (golongan darah, antibodi, ukuran jantung, dan sebagainya).

Faktor-faktor Risiko Gagal Jantung

Ini Dia Penyebab Gagal Jantung yang Sering Terjadi dan Faktor Risikonya

Gagal jantung bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan dengan sekali kunjungan ke dokter atau sekali operasi. Penanganan gagal jantung membutuhkan waktu lama, bahkan seumur hidup. Karena itu, biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan penyakit ini sangat besar. Apalagi bila Anda termasuk yang harus menjalani operasi, yang membutuhkan biaya puluhan hingga ratusan juta.

Sebagian orang diketahui memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena gangguan jantung. Bila Anda memiliki salah satu dari kondisi berikut, Anda tergolong berisiko terhadap gagal jantung:

  • Memiliki riwayat penyakit jantung atau serangan jantung
  • Menderita penyakit ginjal
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Jarang berolahraga
  • Jarang mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang efek sampingnya dapat berpengaruh ke jantung

 

Untuk mengurangi beban finansial akibat penyakit kritis seperti gagal jantung, Anda perlu memiliki asuransi penyakit kritis. Polis asuransi penyakit kritis berbeda dengan polis asuransi kesehatan umum. Asuransi penyakit kritis akan membantu meringankan beban Anda dalam membiayai penyakit kritis.

Mega Comforta adalah produk asuransi kritis dari PFI Mega Life. Mega Comforta memberikan manfaat asuransi berupa perlindungan dari meninggal dunia akibat sakit maupun kecelakaan dan mendapat diagnosis salah satu dari 10 penyakit kritis berikut. Asuransi penyakit kritis dari PFI Mega Life akan memberikan uang pertanggungan kepada pemegang polis, jika tertanggung pertama kali mendapat diagnosis dari salah satu penyakit kritis berikut:

  1.  Infarks miokard
  2.  Penyakit pembuluh darah arteri koroner yang membutuhkan operasi bypass
  3.  Operasi penggantian katup jantung
  4.  Stroke
  5.  Kanker
  6.  Gagal ginjal
  7.  Gagal hati
  8.  Koma
  9.  Transplantasi organ tubuh utama
  10.  Luka bakar hebat 20% dari luas permukaan tubuh

 

Bagi Anda yang memiliki risiko penyakit jantung atau gagal jantung, Anda perlu memiliki asuransi penyakit kritis untuk melindungi diri dari risiko finansial akibat menderita penyakit kritis. Mega Comforta akan meringankan beban finansial Anda saat harus menjalani pemeriksaan atau pengobatan. Polis Mega Comforta juga mencakup pertanggungan terhadap operasi by pass dan operasi penggantian katup jantung yang terkadang diperlukan penderita gagal jantung.

Mega Comforta memberikan masa perlindungan maksimal sampai usia 60 tahun. Santunan penyakit kritis yang diberikan PFI Mega Life kepada tertanggung berjumlah 100 persen. Anda dapat menggunakan santunan penyakit kritis ini untuk membayar biaya lain di luar pengobatan yang tidak ditanggung asuransi kesehatan, seperti biaya transportasi, menginap, serta fasilitas nonmedis seperti makanan khusus.

Selain asuransi penyakit kritis, pastikan Anda sudah memiliki asuransi kesehatan untuk mendapatkan perlindungan dari risiko finansial akibat sakit. Asuransi kesehatan dapat membantu meringankan beban finansial Anda saat Anda harus berobat.

Milikilah asuransi kesehatan yang memberikan manfaat maksimal, seperti Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life. Asuransi kesehatan Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life memberikan perlindungan maksimal bagi Anda berupa manfaat santunan harian rawat inap, pengembalian premi (no-claim bonus), dan santunan meninggal dunia. Manfaat santunan rawat inap diberikan karena sakit atau kecelakaan, dan santunan rawat inap ICU/ICCU. Santunan meninggal dunia diberikan karena sakit dan kecelakaan.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda dapat lebih tenang dalam menjalani hidup dan mempraktikkan langkah-langkah pencegahan gagal jantung.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.