Kesehatan

5 Fakta Mengenai Hipertensi yang Wajib Diketahui

PFI Mega Life
 26 Sep 2019
Makanan pencegah hipertensi ini patut dicoba oleh para freelancer. Tapi jangan lupa untuk melengkapi diri dengan asuransi kesehatan terbaik.

fakta mengenai hipertensiHipertensi dan berbagai penyakit lain yang berhubungan dengan pembuluh darah kerap disebut sebagai silent killer. Bagaimana tidak, penyakit-penyakit tersebut kerap tidak menunjukkan gejala di awal. Penderita baru akan menyadari ketika penyakitnya sudah parah atau bahkan menyebabkan komplikasi.

Hipertensi menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia. Sebuah survey menemukan bahwa saat ini 1 dari 4 orang Indonesia menderita penyakit tekanan darah tinggi. Tidak terbiasanya masyarakat untuk melakukan medical checkup secara rutin kemudian membuat hipertensi banyak menyebabkan komplikasi. Organ yang paling banyak diserang ialah otak, jantung, dan ginjal.

Masih banyak orang berpendapat bahwa hipertensi adalah penyakit yang menyerang para manula. Hal tersebut merupakan kekeliruan yang harus diluruskan. Orang-orang berusia di atas 50 tahun memang lebih rawan terkena hipertensi. Namun orang-orang muda juga tak kalah berisiko.

Mereka yang masih muda namun berisiko tinggi terkena hipertensi adalah yang tak sadar akan pentingnya pencegahan hipertensi. Contohnya orang-orang yang terlalu sibuk dan bekerja tanpa batasan waktu yang jelas. Belum lagi ditambah kadar stress yang tinggi.

Freelancer menjadi istilah yang semakin popular di tengah masyarakat. Istilah ini merujuk pada seseorang yang menjalani pekerjaannya tanpa terikat dalam jangka waktu lama pada sebuah perusahaan. Orang yang berprofesi sebagai freelancer bisa melakukan pekerjaan tanpa harus berkantor dan menawarkan jasanya pada lebih dari satu pengguna.

Baca Juga: Gaya Hidup Sehat agar Terhindar dari Kolestrol

Tentunya bukan tanpa alasan mengapa para anak muda memilih menjadi freelancer. Salah satu yang mungkin membuat mereka tergiur adalah kebebasan yang ditawarkan oleh sistem kerjanya. Memang cukup menyenangkan jika membayangkan bisa bekerja di mana saja dan kapan saja, tak terikat jam kantor dan harus berseragam.

Namun apa yang dilihat tak selalu demikian adanya. Bekerja sebagai freelancer bisa penuh dengan tekanan dan ketidakteraturan. Para freelancer harus selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan kualitasnya agar bisa memenangkan hati pengguna jasa karena di luar saja ada pesaing dengan jumlah yang tidak sedikit.

Bayangan bisa bekerja kapan saja dan dimana saja juga bisa menjadi jebakan. Jika seorang karyawan kantoran sudah jelas bekerja selama 8 jam dari pagi sampai sore hari, tidak demikian halnya untuk seorang freelancer. Jika tak pandai mengatur waktu maka bekerja sampai larut malam bisa menjadi rutinitas sehari-hari.

Semua hal di atas membuat para freelancer rawan terkena peyakit, terutama yang berkaitan dengan gaya hidup tak teratur dan tingkat stress yang tinggi seperti hipertensi.

Ada beberapa alasan yang bisa membuat para freelancer jatuh sakit sampai harus rawat inap, termasuk terkena hipertensi. Berikut adalah 5 fakta mengenai hipertensi yang wajib diketahui:

Baca juga: 5 Gaya Hidup Sehat agar Terhindar dari Gejala Tipes

Kurang Gerak Bisa Menyebabkan Hipertensi

Para freelancer kerap terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tak punya waktu untuk melakuan aktivitas fisik. Hampir sebagian besar waktu digunakan untuk duduk menyelesaikan pekerjaan di depan laptop. Kondisi seperti ini jelas tak baik bagi kesehatan tubuh.

Membiarkan tubuh duduk terlalu lama tanpa melakukan peregangan bisa berdampak buruk bagi kesehatan peredaran darah. Jantung juga kurang terlatih sehingga lebih rawan terkena berbagai gangguan. Organ lain yang terancam dengan kebiasaan duduk terlalu lama tanpa peregangan adalah ginjal.

Namun melakukan peregangan saja jelas tidak cukup sebagai upaya pencegahan hipertensi. Para freelancer harus meluangkan waktu setidaknya 30 menit setiap pagi untuk berolahraga. Hal ini cukup ampuh untuk mencegah munculnya hipertensi dan berbagai penyaki lain.

Stress yang Berlarut Bisa Menyebabkan Hipertensi

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, para freelancer sangat rawan terjebak stress karena tuntutan pekerjaan yang cukup tinggi. Jika dibiarkan berlarut maka stress ini bisa menjadi pemicu datangnya hipertensi. Sangat penting bagi seorang freelancer untuk punya mekanisme pengendalian stress yang baik.

Demi mengurangi stress dan pencegahan hipertensi, cara pertama yang harus dilakukan adalah menyediakan waktu bagi diri sendiri. Pada waktu-waktu tersebut pastikan untuk sama sekali tidak mengurusi pekerjaan.

Baca Juga: Kenali Gejala Tipes Mulai dari yang Ringan Hingga yang Parah

Pola Hidup yang Tak Terjaga Bisa Menyebabkan Hipertensi

Tak sedikit orang yang membutuhkan rokok atau minuman berkafein demi meningkatkan konsentrasinya saat bekerja. Padahal merokok atau mengkonsumsi alcohol dalam jumlah berlebih tidak baik bagi kesehatan. Penyakit hipertensi bisa muncul karena 2 kebiasaan ini. Penyebabnya tentu saja karena jantung sebagai organ yang bertanggung jawab memompa darah jadi terganggu.

Kecendrungan para freelancer untuk memforsir tubuh dan bekerja sampai larut malam juga bisa turut memicu hipertensi. Cara terbaik untuk mencegah datangnya hipertensi adalah dengan disiplin terhadap diri sendiri. Batasi jam kerja dan hindari kebiasaan buruk yang bisa merusak kesehatan.

Makan Sembarangan Bisa Menyebabkan Hipertensi

Saking sibuknya mengurus pekerjaan banyak freelancer yang tak menjaga asupan makanannya. Makan asal kenyang menjadi bagian dari keseharian para freelancer. Hal seperti ini sebaiknya dihindari, apalagi jika makanan yang sering dikonsumsi berupa junkfood.

Mengkonsumsi makanan cepat saji bisa menyebabkan jantung dan aliran darah terganggu oleh tumpukan lemak. Para freelancer sebaiknya memastikan tubuh mendapat asupan yang seimbang agar punya energi memadai untuk menyelesaikan segala pekerjaan.

Baca juga: Pahami Kriteria Asuransi Terbaik

Gejala dan Makanan yang Berkhasiat untuk Pencegahan Hipertensi

Biasanya gejala hipertensi yang paling awal dirasakan penderitanya adalah pusing. Gejala seperti ini muncul pada tiap penderita, tak peduli usianya tua atau muda. Rasa pusing ini kerap membuat pandangan mata penderita  jadi berkunang-kunang dan terasa seperti berputar.

Gejala lain yang muncul ialah detak jantung yang tiba-tiba meningkat dan terasa tidak beraturan. Semakin cepat detak jantung maka akan semakin tinggi pula tekanan darah penderita. Pada kondisi ini penderita harus segera mengkonsumsi obat penurun tekanan darah dan mengistirahatkan diri.

Mual dan telinga berdenging menjadi gejala yang juga kerap ditemukan pada penderita hipertensi. Mual biasanya muncul bersamaan dengan rasa pusing. Sementara telinga berdenging biasanya muncul ketika tekanan darah baru mulai naik.

Saat ini obat untuk menurunkan tekanan darah memang sudah cukup banyak tersedia, baik yang bisa dibeli secara bebas maupun yang harus menggunakan resep dokter. Tapi ada beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk mencegah gejala hipertensi jadi semakin parah. Makanan apa sajakah itu?

  • Buah Bit

Buah bit memiliki kandungan nitrit yang cukup tinggi. Ketika dikonsumsi, kandungan nitrit ini cukup ampuh untuk menurunkan tekanan darah. Sebuah hasil studi yang dimuat dalam Nutrition Journal mencatat bahwa hanya butuh sekitar 6 jam bagi buah bit untuk menstabilkan tekanan darah manusia.

Buah bit sendiri umumnya dikonsumsi setelah diolah menjadi jus. Penderita yang merasa gejala darah tinggi mulai menyerang sebaiknya segera mengkonsumsi jus buah bit.

  • Buah Berry

Ketika merasa gejala hipertensi mulai menyerang, mengkonsumsi aneka buah berry seperti strawberry, blueberry, dan lain-lain bisa menjadi pilihan untuk pertolongan pertama. Aneka buah berry memiliki kandungan flavonoid yang sangat bermafaat untuk menstabilkan tekanan darah.

Sebagai bentuk pencegahan hipertensi, buah berry bisa dikonsumsi langsung atau diolah menjadi minuman. Mengkonsumsinya dengan campuran yoghurt bisa lebih baik lagi karena yoghurt sendiri kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan peredaran darah.

Baca juga: Minuman dan Makanan Pencegah Kanker

  • Pisang

Pisang menjadi buah berikutnya yang bisa membantu para freelancer melakukan pencegahan hipertensi. Buah ini dapat membantu menurunkan tekanan darah karena kaya akan kandungan kalium. Semakin rutin dikonsumsi maka akan semakin rendah juga risiko terkena hipertensi. Tak perlu terlalu memusingkan jenis karena hampir semua jenis pisang memiliki manfaat yang sama.

  • Ikan

Memang tak semua ikan berkhasiat untuk menstabilkan tekanan darah, namun ada beberapa yang benar-benar dapat membantu penderia hipertensi. Jenis ikan yang dimaksud adalah trout dan salmon. Jika diolah dengan tepat, kandungan omega 3 dan nutrisi lain dalam ikan tersebut akan meredakan gejala hiperteni.

Upayakan untuk tidak mengolah ikan dengan cara menggoreng. Pilihlah cara yang tidak menambah kandungan lemak jenuh ke dalam ikan, misalnya dengan cara dikukus atau dipanggang.

  • Dark Chocolate

Selain lezat, ternyata cokelat memiliki manfaat yang sangat baik bagi penderita hipertensi. Dark chocolate dengan kandungan oksida nitrat yang tinggi dipercaya mampu menstabilkan tekanan darah. Konsumsi dalam jumlah secukupnya ketika mulai merasa pusing akibat naiknya tekanan darah.

Baca juga: 10 Alasan Mengapa Kamu Pelu Berhenti Mencari Cara Menguruskan Badan

Kapan Penderita Hipertensi Harus Pergi ke Dokter?

Makanan yang disebutkan di atas memang dipercaya dapat mengurangi gejala hipertensi. Tapi itu bukan berarti penderia sama sekali tak perlu memeriksakan diri ke dokter. Diagnosa tentang gejala hipertensi harus tetap dilakukan oleh dokter.

Jika gejala hipertensi tak kunjung hilang setelah mengkonsumsi makanan yang direkomendasikan dan beristirahat, penderita juga harus lekas memeriksakan diri ke dokter. Pada kasus tertentu penderita mungkin perlu menjalani rawat inap agar observasi oleh dokter bisa dilakukan dengan lebih maksimal.

Tak bisa dipungkiri bahwa biaya rawat inap untuk penanganan hipertensi tak bisa disebut murah. Dalam kondisi seperti inilah asuransi kesehatan terbaik memainkan peranan yang amat penting. Sangat penting bagi para freelancer untuk melindunginya dengan asuransi, minimal asuransi kesehatan terbaik.

Mega Hospita Investa dari PFI Mega Life adalah salah satu yang paling direkomendasikan untuk para freelancer. Asuransi ini memastikan semua nasabah, apapu profesinya, mendapatkan manfaat asuransi kesehatan terbaik ketika jatuh sakit atau mengalami kecelakaan dan harus menjalani rawat inap.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.