3 Likes
Kesehatan

Inilah Efek Virus Corona yang Terjadi di Dalam Tubuh

PFI Mega Life
 19 Nov 2020
Efek virus corona pada tiap orang berbeda-beda, mulai dari gejala ringan hingga berat. Sebenarnya bagaimana efek virus corona pada tubuh?

Inilah Efek Virus Corona yang Terjadi di Dalam Tubuh

Hampir setahun berlalu sejak virus corona penyebab COVID-19 pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok. Hingga kini, lebih dari 1 juta orang di dunia telah meninggal akibat COVID-19. Jumlah orang yang diketahui terinfeksi virus corona pun belum memperlihatkan penurunan.

Para ahli menemukan efek virus corona pada setiap orang bisa berbeda-beda. Gejala yang dirasakan penderita COVID-19 bisa beragam, mulai dari yang ringan hingga berat—bahkan ada yang tidak bergejala. Ada penderita yang harus dipantau ketat di rumah sakit, ada juga yang cukup beristirahat di rumah hingga penyakitnya sembuh sendiri.

Dikutip dari situs Kompas, berikut jenis-jenis gejala yang akan dirasakan oleh orang yang terinfeksi virus corona.

Gejala ringan:

  • Demam ≥38 derajat Celcius
  • Batuk
  • Nyeri tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Malaise (badan terasa lesu, lemas, tidak nyaman)

 

Penderita yang merasakan gejala ringan juga sering menderita gejala flu dan mudah lelah. Gejala ringan ini biasanya akan mereda sendiri dalam waktu 7–10 hari.

Gejala sedang:

  • Demam ≥38 derajat Celcius
  • Sesak napas, batuk menetap, dan sakit tenggorokan
  • Pada anak: batuk serta pernapasan cepat dan pendek-pendek
  • Anak dengan pneumonia ringan mengalami batuk atau kesulitan bernapas dan napas cepat

 

Gejala-gejala sedang itu dapat juga disertai diare, mual, muntah, sakit kepala, mulut kering, badan nyeri dan linu, serta nafsu makan menurun. Penderita COVID-19 dengan gejala sedang masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa, hanya akan mudah merasa lemas. Gejala sedang ini biasanya berlangsung antara 7–14 hari.

Gejala berat:

  • Demam ≥38 derajat Celcius yang menetap
  • Ada infeksi saluran napas dengan tanda-tanda peningkatan frekuensi napas (>30x/menit) hingga sesak napas (respiratory distress), batuk
  • Penurunan kesadaran
  • Dalam pemeriksaan lanjut, ditemukan saturasi oksigen <90% udara luar
  • Dalam pemeriksaan darah, leukopenia, peningkatan monosit, dan peningkatan limfosit atopik

 

Penderita gejala-gejala berat itu dapat juga mengalami nyeri dada; bibir, kulit, dan wajah tampak kebiruan; kulit pucat dan keringat dingin; dada berdebar-debar; dan pusing atau sakit kepala berat. Jika tidak segera ditangani, penderita COVID-19 dengan gejala berat berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi yang berbahaya, seperti gagal napas, hipoksia (kekurangan oksigen), dan syok.

Komplikasi Akibat COVID-19

Efek virus corona pada penderita yang bergejala berat lebih berbahaya. Penderita COVID-19 bergejala berat berisiko mengalami komplikasi yang dapat membahayakan keselamatannya. Dalam situs Alodokter disebutkan beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat terinfeksi virus corona:

  • Gangguan pernapasan

Komplikasi yang sering ditemukan pada orang yang terinfeksi virus corona adalah gangguan pernapasan, seperti gagal napas (acute respiratory distress syndrome) dan pneumonia. Kondisi ini terjadi saat jaringan paru-paru meradang dan dipenuhi cairan sehingga mengganggu proses pernapasan.

  • Gangguan jantung

Infeksi virus corona dapat memperberat kerja jantung. Itu sebabnya, virus corona dianggap berbahaya bagi orang-orang yang memiliki riwayat gangguan jantung. Beberapa studi pun menunjukkan risiko kematian akibat COVID-19 lebih tinggi pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

  • Gangguan ginjal dan hati

Dalam beberapa laporan tentang infeksi virus corona disebutkan, sebagian penderita COVID-19 dengan gejala berat dapat mengalami gagal hati dan gangguan fungsi ginjal. Sampai saat ini, para ahli masih belum mengetahui penyebab timbulnya komplikasi pada hati dan ginjal ini. Namun, diduga penyebab efek virus corona ini adalah reaksi kekebalan tubuh terhadap virus corona.

  • Sepsis

Sepsis adalah komplikasi berbahaya yang timbul akibat infeksi atau peradangan. Dikutip dari situs Alodokter, sepsis dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis serta kerusakan pada banyak organ, yang dapat berujung pada kematian. Sepsis lebih mudah muncul pada penderita COVID-19 yang kondisinya lemah dan sudah dirawat di rumah sakit dalam waktu yang lama.

Efek Virus Corona Setelah Menginfeksi Tubuh

Inilah Efek Virus Corona yang Terjadi di Dalam Tubuh

Dalam situs Alodokter dijelaskan, virus corona menular melalui percikan dahak atau liur penderita COVID-19 saat sedang batuk, bersin, atau berbicara. Bila percikan tersebut masuk ke tubuh Anda melalui mata, hidung, atau mulut, maka Anda akan tertular COVID-19.

Setelah masuk ke dalam tubuh, virus corona akan menempel di dinding sel-sel saluran pernapasan dan paru-paru. Virus corona kemudian menembus sel-sel tersebut dan berkembang biak. Proses ini akan terdeteksi sistem kekebalan tubuh, yang kemudian bereaksi dengan mengirim sel darah putih dan membentuk antibodi untuk membunuh virus.

Ketika tubuh sedang melawan virus corona, akan timbul beberapa gejala, salah satunya demam. Gejala ini akan muncul 2–14 hari setelah Anda terpapar virus corona.

Bila sistem kekebalan tubuh Anda, tubuh akan berhasil melawan virus. Kondisi ini ditandai dengan gejala yang mereda dan Anda sembuh sendiri. Bila sistem kekebalan tubuh Anda tidak cukup kuat untuk melawan virus, atau malah bereaksi secara berlebihan, Anda akan merasakan gejala-gejala COVID-19.

Itu sebabnya, COVID-19 disebut lebih rentan menyerang orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya cenderung lemah, yaitu para lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, kanker, dan HIV. Selain itu, berikut beberapa contoh efek virus corona setelah menginfeksi tubuh:

  • Reaksi sistem kekebalan tubuh

Dikutip dari situs Halodoc, saat virus corona memasuki tubuh, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dengan mengaktifkan respons imun bawaan untuk melawan virus. Perlawanan ini berlangsung sampai sistem kekebalan tubuh bisa menggerakkan respons imun adaptif yang lebih hebat dalam melawan virus. Dalam respons kedua ini, tubuh akan menghasilkan sel pembunuh yang disebut sel T.

Pada darah orang yang sembuh dari COVID-19 terdapat sel T yang sangat baik. Sebaliknya, pada orang yang tidak selamat dari COVID-19, kemungkinan tubuhnya tidak menghasilkan sel T yang baik.

  • Virus corona akan memperbanyak diri

Di dalam tubuh manusia, virus corona akan berusaha mereplikasi atau memperbanyak diri. Selain menempel di sel-sel saluran pernapasan dan paru-paru, virus corona juga akan menempel di sel-sel tubuh lain, menyuntikkan RNA-nya (ribonucleic acid), dan mengubah sel tubuh menjadi virus yang nantinya akan memperbanyak diri.

Ketika virus menginfeksi, tubuh akan mengeluarkan sinyal agar sistem kekebalan tubuh segera melawannya. Upaya ini akan dihambat virus corona. Bila sinyal tersebut muncul dengan cepat, maka kemungkinan besar tubuh akan dapat membunuh virus. Namun, bila respons tubuh kalah cepat dengan reaksi virus corona, tubuh akan menjadi sakit.

  • Mengganggu kesehatan jantung

Dalam situs Halodoc dijelaskan bahwa infeksi virus corona juga bisa menimbulkan masalah pada jantung. Berdasarkan studi yang dilakukan di Wuhan, sekitar 20 persen pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit mengalami kerusakan jantung. Beberapa masalah yang disebabkan oleh virus corona, seperti pneumonia, akan membuat penderitanya kekurangan asupan oksigen. Akibatnya, kerja organ-organ tubuh pun terganggu hingga akhirnya berujung pada kematian.

Cara Melindungi Diri dari Virus Corona

Inilah Efek Virus Corona yang Terjadi di Dalam Tubuh

Cara yang ampuh untuk melindungi diri dari virus corona dan mencegah timbulnya efek virus corona adalah dengan menjaga sistem kekebalan tubuh. Bila sistem imun kuat, gejala akibat infeksi virus corona akan ringan dan penyakit COVID-19 dapat sembuh sendiri. Sebaliknya, jika sistem kekebalan tubuh Anda lemah, tubuh akan kalah perang dari virus corona sehingga gejala yang timbul berat dan berisiko memicu komplikasi.

Dikutip dari situs Alodokter, berikut langkah-langkah utama yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan virus corona:

  • Mencuci tangan dengan benar

Ingatlah agar sering mencuci tangan dengan benar, yaitu menggunakan sabun di bawah air mengalir dan menggosok seluruh bagian tangan selama minimal 20 detik. Jika Anda berada di jalan atau di luar ruangan, Anda dapat membersihkan tangan dengan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60% yang efektif membunuh kuman.

  • Menggunakan masker

Gunakan masker saat Anda bepergian ke luar rumah. Meski penggunaan masker tidak sepenuhnya efektif dalam mencegah penularan virus. Namun, para ahli mengatakan langkah ini dapat mengurangi risiko penularannya. Gunakan masker dengan benar saat Anda berada di transportasi umum, di dalam ruangan kantor, atau di tempat-tempat lain yang ramai.

  • Lakukan physical distancing

Selama pandemi COVID-19 belum berakhir, Anda harus selalu ingat untuk melakukan physical distancing saat berada di luar rumah. Jaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter dan selalu menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona.

Selain melakukan berbagai langkah untuk mencegah efek virus corona, Anda juga perlu memiliki perlindungan dari risiko finansial akibat sakit. Saat sakit, Anda harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar biaya pemeriksaan dan pengobatan.

Bila masalah kesehatan yang Anda hadapi tergolong berat, biaya yang harus Anda keluarkan pun bisa jadi berjumlah besar. Tanpa langkah antisipasi yang memadai, kondisi ini bisa memaksa Anda untuk menguras tabungan.

Faktanya, biaya berobat saat ini tergolong mahal, mulai dari biaya konsultasi dokter, obat-obatan, pemeriksaan laboratorium dan tes-tes lainnya, hingga rawat inap. Bayangkan bila suatu hari Anda tiba-tiba harus menjalani semua proses itu dalam satu waktu. Biaya yang dikeluarkan sudah pasti mencapai jutaan atau bahkan mungkin puluhan juta rupiah.

Anda bisa menghindari kekhawatiran harus mengeluarkan uang secara tiba-tiba dalam jumlah besar dengan memiliki asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan adalah solusi tepat untuk melindungi rencana dan impian Anda dari peristiwa tak terduga yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, biaya pemeriksaan dan pengobatan Anda akan ditanggung perusahaan asuransi. Asuransi kesehatan juga bisa menanggung biaya rawat inap bila ternyata dokter menganjurkan Anda untuk dirawat atau diobservasi di rumah sakit.

Pastikan Anda memilih produk asuransi kesehatan yang menawarkan manfaat yang cocok bagi kebutuhan Anda. Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life adalah produk asuransi yang menawarkan santunan rawat inap karena sakit/kecelakaan, santunan rawat inap ICU/ICCU, santunan meninggal dunia karena sakit dan kecelakaan, dan pengembalian premi (no-claim bonus).

Asuransi Mega Hospital Investa menawarkan paket pembayaran premi dan uang pertanggungan yang sangat terjangkau dengan perlindungan yang maksimal. Anda dapat membayar premi mulai dari Rp 7.000 per hari untuk bisa mendapatkan santunan sampai dengan Rp 1 juta per hari. Pembayaran premi pun bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti kartu kredit/debit, transfer via ATM, serta aplikasi dompet digital.

Selain itu, produk ini akan mengembalikan premi dengan total 50% dari yang sudah Anda bayarkan jika tidak ada klaim selama periode 36 bulan. Segera miliki perlindungan atas risiko kerugian akibat masalah kesehatan sekarang juga!

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.