Kesehatan

7 Ciri-ciri Kanker Usus yang Wajib Diketahui

PFI Mega Life
 26 Jul 2021
Rasa tidak nyaman di perut yang tidak kunjung hilang ada baiknya jangan dianggap remeh, karena kondisi ini bisa jadi ciri ciri kanker usus.

ciri ciri kanker usus

Ciri ciri kanker usus acap kali tidak disadari oleh pengidapnya. Kendati begitu, kondisi ini sebaiknya jangan dianggap remeh. Selain karena dapat dialami oleh siapa saja tanpa pandang bulu, seiring waktu gejala dari kondisi ini juga dapat begitu melemahkan, terutama saat kanker sudah menyebar ke berbagai bagian tubuh. Maka dari itu, penting untuk mengetahui gejala dari kondisi ini sedini mungkin. Bila terdeteksi sejak dini dan diobati secepatnya, peluang pasien untuk sembuh dari penyakit ini pun terbuka lebih lebar.

 

Sekilas tentang Kanker Usus

Kanker usus adalah jenis kanker yang berkembang di usus besar. Usus besar sendiri terdiri dari kolon dan rektum. Kolon adalah bagian terpanjang dan terbesar dari usus besar, sementara rektum adalah bagian yang menghubungkan antara kolon dengan anus. Dalam dunia medis, kanker ini disebut dengan kanker kolorektal.

American Cancer Society menyebutkan bahwa kanker kolorektal menjadi kanker ketiga terbanyak penyebab kematian pria dan wanita di Amerika Serikat. Kemunculan kanker ini seringnya diawali dari suatu polip atau jaringan yang tumbuh di dinding kolon maupun rektum, kemudian polip tersebut berkembang menjadi pertumbuhan yang tidak normal dan bersifat kanker.

 

Ciri-ciri Kanker Usus

Kanker usus bersifat progresif, sehingga gejalanya kerap baru muncul ketika kanker sudah berkembang jauh. Gejala yang muncul ini pun dapat berbeda pada setiap orang, karena tergantung dengan ukuran dan lokasi tumbuhnya sel kanker. Maka dari itu, Anda harus segera periksa ke dokter jika curiga mengalami gejala dari penyakit ini.

Di bawah ini adalah sejumlah ciri ciri yang dapat muncul dari kanker usus, antara lain:

1. Rasa Tidak Nyaman di Perut

Sakit perut mungkin jadi hal yang umum, karena kondisi ini dapat disebabkan dari hal-hal yang sifatnya remeh, seperti terlalu banyak makan pedas. Kendati begitu, jangan abaikan sakit perut maupun rasa tidak nyaman di perut seperti kram dan begah yang kerap muncul dengan intens. Ciri ciri kanker usus yang paling sering dikeluhkan oleh penderita adalah sakit perut yang tidak biasa, sifatnya kambuhan, dan tingkat keparahannya cenderung berat.

2. Sering Mengalami Masalah BAB

Setiap dari kita pasti pernah mengalami diare ataupun sembelit setidaknya sekali dalam hidup. Meski jadi kondisi yang umum, perubahan kebiasaan buang air besar yang terjadi lama atau hingga hitungan minggu sebaiknya jangan disepelekan. Apalagi bila kondisinya terus memburuk seiring waktu. Ini karena masalah buang air besar seperti diare atau sembelit bisa jadi ciri ciri kanker usus stadium awal. Kondisi ini dapat disebabkan akibat pertumbuhan sel yang tidak normal di saluran pengeluaran feses.

Segera periksa ke dokter bila Anda mengalami sembelit atau diare yang tak kunjung sembuh. Atau, bila Anda sering mengeluarkan feses yang ukurannya hanya sekecil pensil, yakni lebih kecil dari yang feses pada kondisi normal.

3. Sensasi BAB yang Tak Tuntas

Gejala lain dari penyakit kanker usus yang perlu diwaspadai adalah perasaan buang air besar yang tak tuntas. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kondisi ini dapat menyebabkan masalah buang air besar, entah itu diare atau sembelit. Sembelit membuat penderitanya buang air besar lebih jarang, biasanya kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Selain menyebabkan perut bagian bawah tidak nyaman, sembelit juga dapat membuat aktivitas buang air besar jadi lebih susah dari biasanya karena kondisi feses yang keras membuat penderitanya perlu mengejan lebih keras. Tak berhenti di situ, feses yang keras ini juga kerap keluar dengan ukuran yang relatif kecil, sehingga menimbulkan perasaan buang air besar yang tidak tuntas.

4. BAB Berdarah

Biasanya BAB berdarah dihubungkan dengan penyakit wasir. Namun, bila kondisi tersebut terus terjadi dan tak hilang meski sudah mengubah pola diet, maka Anda harus lebih waspada. Pasalnya, bisa jadi ciri ciri kanker usus.

Jangan tunggu lama, segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter dapat meminta Anda menjalani pemeriksaan kolonoskopi untuk melihat ada tidaknya polip ataupun tumor di dalam saluran cerna Anda.

5. Berat Badan Turun Signifikan

Bagi beberapa orang, berat badan turun mungkin jadi hal yang paling dinanti. Namun, jangan senang dulu. Sebabnya, berat badan yang merosot drastis tanpa sebab yang jelas bisa jadi gejala kanker usus stadium lanjut.

Kondisi ini dapat dipicu karena diare yang tak berkesudahan, sehingga memengaruhi berat badan. Berat badan yang turun drastis karena kanker usus biasanya disertai dengan masalah buang air besar dan sakit perut yang intens.

6. Mual dan Muntah

Umumnya, mual dan muntah terjadi karena mengalami mabuk perjalanan atau setelah mencium aroma yang tidak sedap. Akan tetapi, mual dan muntah yang juga disertai dengan sembelit atau diare, sakit perut yang intens, ada darah pada feses bisa jadi tanda dari kanker usus. Tumor yang ada di saluran cerna dapat mengganggu padatan, cairan, atau gas yang ada di usus.

Akibatnya, penderita dapat mengalami sakit perut yang intens disertai dengan mual dan muntah. Penting untuk dipahami bahwa mual dan muntah juga dapat disebabkan oleh banyak kondisi medis. Untuk memastikan penyakit, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan berobat ke dokter.

7. Kelelahan Kronis

Merasa sedang tidak melakukan banyak aktivitas, tapi tubuh terasa begitu lelah dan letih? Kondisi ini juga baiknya jangan dianggap angin lalu saja. Merasa kelelahan sepanjang waktu tanpa penyebab yang jelas bisa jadi tanda Anda mengalami masalah medis yang serius, termasuk kanker

Kondisi ini umumnya dapat dipicu karena anemia, saat jumlah sel darah merah dalam tubuh rendah. Dalam kasus kanker, seorang penderita dapat mengalami anemia akibat BAB-nya sering berdarah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi produksi darah merah dan asupan zat besi di dalam tubuh. Selain badan mudah lelah, anemia juga dapat membuatnya merasa lemas dan lesu.

 

Cara Mengobati Kanker Usus

ciri ciri kanker usus

Kanker usus dapat diobati, tapi pengobatannya akan bergantung pada tingkat keparahan dan stadium dari kanker itu sendiri. Peluang pasien sembuh dari kanker akan lebih besar saat masih stadium awal.

Adapun jenis pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mengatasi kanker usus di antaranya:

1. Operasi

Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat jaringan kanker yang ada di dalam usus besar. Ketika dokter menyarankan pasien untuk menjalani operasi, maka dokter akan memotong atau mengangkat bagian usus besar yang mengalami kanker.

Jika diperlukan, jaringan sehat yang ada di sekitar usus juga dapat diangkat. Bila sel kanker sudah menyebar hingga kelenjar getah bening, operasi juga dapat dilakukan untuk mengangkat kelenjar tersebut.

2. Terapi obat tertarget

Pemberian obat difokuskan untuk membunuh sel-sel kanker secara spesifik. Dokter dapat meresepkan obat tunggal atau menggabungkan dengan metode pengobatan lain.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode pengobatan penyakit kanker yang paling umum. Prosedur ini dilakukan dengan cara pemberian obat-obatan dalam beberapa siklus, yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

4. Radioterapi

Metode pengobatan satu ini melibatkan sinar radiasi untuk membunuh sel-sel kanker. Sinar radiasi dapat dipancarkan dari alat di luar tubuh maupun alat yang dipasang dekat dengan lokasi kanker.

Penting untuk dipahami bahwa pasien kanker usus yang sudah dinyatakan sembuh oleh dokter masih memiliki risiko untuk terkena kanker kembali. Entah itu kanker dengan jenis yang sama, atau yang berbeda. Itu sebabnya, untuk memastikan bahwa kanker usus tidak muncul kembali, pasien umumnya akan diminta untuk rutin cek kesehatannya secara teratur ke dokter onkologi.

 

Upaya Pencegahan Kanker Usus yang Bisa Dilakukan

Meski ciri ciri kanker usus seringnya terlihat samar dan tampak seperti kondisi medis lainnya, kanker jenis ini tetap dapat dideteksi sejak dini. Deteksi dini kanker usus dapat dilakukan dengan cara kolonoskopi. Metode tersebut dapat dilakukan 10 tahun sekali.

Sementara pemeriksaan satu tahun sekali juga dapat dilakukan seperti colok dubur, petanda tumor dalam darah (pemeriksaan kadar CEA), hingga DNA feses. Dengan melakukan deteksi dini, pertumbuhan pra kanker dapat ditemukan sedini mungkin, sehingga dapat diangkat sebelum akhirnya berkembang menjadi sel kanker yang ganas.

Penting juga untuk memerhatikan faktor risiko dalam upaya pencegahan penyakit ini. Pada prinsipnya, penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Kendati begitu, kebanyakan kasus melaporkan bahwa penyakit ini cenderung lebih banyak dialami oleh para lansia yang usianya di atas 50 tahun.

Tak hanya itu, orang yang punya riwayat penyakit penyerta seperti polip, infeksi usus besar, penyakit Crohn juga berisiko tinggi untuk terkena kanker usus. Peran riwayat keluarga juga turut andil. Bila ada keluarga dekat seperti orangtua, kakak, adik, paman, bibi, atau sanak saudara lainnya yang masih ada hubungan darah memiliki riwayat polip atau kanker usus, maka Anda berisiko mengalaminya juga.

Di sisi lain, faktor pola hidup yang tak sehat seperti terlalu banyak makan daging merah, daging olahan, kebiasaan merokok dan minum alkohol juga tak boleh diabaikan. Untuk mempermudah kerja sistem pencernaan sekaligus menjaga kesehatannya, ada baiknya mulai benahi pola makan Anda. Ketimbang makan makanan berlemak dan minim gizi, lebih baik perbanyak makan buah dan sayur yang tinggi serat dan mengandung probiotik. Serat membantu mengikat sisa makanan dan membuat feses lebih mudah dibuang.

***

Memiliki produk asuransi merupakan bentuk memproteksi hidup Anda dan keluarga. Salah satu produk asuransi yang paling dibutuhkan saat ini adalah asuransi jiwa. Seperti yang diketahui, biaya berobat penyakit kanker tidaklah murah. Ya, selain jasa konsultasi dokter, Anda juga perlu mengeluarkan uang untuk membayar biaya sarana prasarana, obat-obatan, dan tindakan medis seperti operasi maupun kemoterapi. Jika tak punya asuransi, tentu tabungan Anda bisa seketika terkuras habis untuk membiayai pelayanan kesehatan akibat sakit.

Namun tidak perlu khawatir, PFI Mega Life telah berkolaborasi dengan Grab untuk menghadirkan Sobat Proteksi, yaitu produk asuransi penyakit kritis pertama di Indonesia yang dapat diakses melalui aplikasi Grab. Akses cepat dan praktis bukan satu-satunya keunggulan dari Sobat Proteksi, tetapi juga premi yang terjangkau dan variatif mulai dari Rp20 ribu per bulan. Klik di sini untuk cari tahu detail lengkapnya atau scan QR Code di bawah ini.

PT PFI Mega Life Insurance terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.