Kesehatan

8 Cara Mencegah DBD di Musim Hujan 2020

PFI Mega Life
 11 Sep 2020
Kasus DBD di musim hujan biasanya meningkat. Lakukan 8 cara mencegah DBD agar Anda dan keluarga terlindungi dari penyakit tersebut.

8 Cara Mencegah DBD di Musim Hujan 2020

Salah satu penyakit yang ditakuti saat musim hujan tiba adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). setiap tahun penyakit ini selalu merenggut banyak nyawa, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat, pada 2018 terdapat sekitar 6,5 juta kasus DBD. Penyebab DBD adalah infeksi virus Dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Meski banyak yang menganggap DBD adalah penyakit musim hujan, puncak terjadinya penyakit ini adalah pada awal dan akhir musim hujan. Dalam situs web Kompas, ahli parasitologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof dr Saleha Sungkar DAP&E MS SpPark menjelaskan, saat frekuensi hujan kecil, seperti di awal dan akhir musim hujan, banyak area yang berpotensi tergenang air dan menjadi sarang nyamuk. Contohnya, dedaunan di pohon maupun di semak belukar, wadah-wadah terbuka di luar ruangan, talang rumah, dan sebagainya.

DBD adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan tepat. Maka itu, selain memahami penyebab DBD, pastikan Anda juga mengenali ciri-ciri penyakit DBD, masa inkubasi DBD, dan fase penyembuhan DBD.

Dikutip dari situs web Alodokter, ciri-ciri penyakit DBD adalah sebagai berikut:

  • Demam tinggi sampai 40 derajat Celcius atau lebih (muncul pada masa inkubasi DBD)
  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri pada otot, sendi, dan tulang
  • Nyeri pada bagian belakang mata
  • Nafsu makan hilang
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Muncul ruam kemerahan (sekitar 2–5 hari setelah muncul demam)

 

Anda tidak akan langsung mengalami gejala DBD saat digigit nyamuk Aedes aegypti. Pertama-tama, Anda akan melalui masa inkubasi DBD, yaitu jangka waktu sejak seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti hingga timbulnya gejala DBD. Masa inkubasi DBD umumnya berlangsung antara 4–7 hari. Selama masa inkubasi ini, virus Dengue berkembang biak dan mengganggu fungsi organ-organ vital tubuh, yang kemudian berwujud dalam berbagai gejala DBD. 

Dalam 3–7 hari sejak gejala DBD pertama kali muncul, penderita DBD akan merasa tubuhnya membaik dan demamnya pun turun. Perlu diketahui, pertanda ini bukanlah fase penyembuhan DBD, melainkan fase kritis dari penyakit ini yang berpotensi menimbulkan komplikasi fatal berupa perdarahan.

Selama melalui fase kritis ini, waspadai kembalinya gejala DBD, termasuk gejala-gejala berikut:

  • Sesak napas
  • Muntah terus-menerus
  • Gusi berdarah
  • Muntah darah
  • Mimisan
  • Nyeri perut hebat
  • Tubuh terasa sangat lemas

 

Timbulnya gejala-gejala tersebut merupakan pertanda bagi Anda untuk segera kembali ke dokter karena tandanya penyakit Anda memburuk.

Fase penyembuhan DBD bagi tiap orang berbeda-beda. Dikutip dari situs web Kompas, pada kasus DBD ringan, penderitanya dapat sembuh dalam waktu kurang dari satu minggu. Namun, bila kasus DBD yang terjadi tergolong parah, penderitanya harus menjalani fase penyembuhan lebih dari satu minggu. Biasanya, kasus DBD parah memerlukan perawatan di rumah sakit selama beberapa hari.

Kondisi pasien DBD dinyatakan membaik bila nafsu makannya sudah membaik, tingkat kepekatan darah atau hematokritnya sudah stabil, dan jumlah trombosit dalam darahnya sudah di atas 50.000/mm3.

 

1.  Kuras bak mandi seminggu sekali

Bagi Anda yang memiliki bak mandi di dalam kamar mandi, jangan lupa untuk membersihkannya setiap seminggu sekali. Bak mandi merupakan salah satu tempat favorit nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Telur nyamuk betina akan menempel pada dinding bak yang terisi air. Bila bak mandi tidak dibersihkan secara berkala, telur akan menetas menjadi larva, yang kemudian tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Keseluruhan siklus ini berlangsung antara 8-10 hari. Bila Anda jarang membersihkan bak mandi, maka nyamuk dapat berkembang biak dengan lancar dan keluarga Anda pun berisiko terkena DBD.

Menguras bak mandi seminggu sekali merupakan langkah yang efektif untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Selain itu, Anda juga bisa menaburkan abate, yaitu obat tabur untuk pembasmi telur dan jentik nyamuk, di bak mandi.

 

2.  Bersihkan dan tutup wadah penampung air

Selain senang tinggal di bak mandi, nyamuk Aedes aegypti juga bisa berkembang biak di genangan air yang terdapat di dalam wadah. Misalnya, di ember, baskom, vas bunga, kaleng atau ban bekas yang berisi air hujan, dan sebagainya. Maka itu, salah satu cara mencegah DBD adalah memastikan bahwa di sekitar rumah tidak ada wadah yang berisi genangan air terlalu lama agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Bersihkan air dalam vas secara rutin setidaknya seminggu sekali. Selain itu, pastikan di dalam rumah maupun di pekarangan tidak ada wadah yang berisi genangan air selama berhari-hari. Bila Anda harus menyimpan air di dalam wadah, tutup rapat wadah tersebut agar tidak bisa dimasuki nyamuk.

 

3.  Gunakan losion antinyamuk

Mengoleskan losion antinyamuk bisa menjadi salah satu upaya melindungi diri dari gigitan nyamuk Aedes aegypti. Oleskan losion ini pada bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian, baik saat Anda sedang di rumah maupun saat beraktivitas di luar rumah. Ikuti petunjuk penggunaannya yang tertera di kemasan. Terkadang diperlukan pengolesan ulang tiap beberapa jam sekali agar efektivitasnya dalam menghalau nyamuk tetap terjaga.

 

4.  Gunakan kelambu di kamar

8 Cara Mencegah DBD di Musim Hujan 2020

Penggunaan kelambu di kamar tidur juga dapat membantu melindungi Anda dan keluarga dari gigitan nyamuk. DBD adalah penyakit yang juga dapat menyerang bayi dan anak-anak. Lindungi mereka dari incaran nyamuk Aedes aegypti saat tidur dengan memasang kelambu di ranjang anak. Selain itu, Anda juga bisa memasang kasa pada setiap lubang ventilasi dan jendela di rumah untuk mencegah nyamuk masuk.

5.  Taruh tanaman pengusir nyamuk di dalam rumah

Tahukah Anda? Beberapa tanaman disebut ampuh dalam mengusir nyamuk. Contohnya, serai, lavender, peppermint, dan tapak dara (geranium). Ekstrak tanaman-tanaman itu juga banyak digunakan sebagai salah satu bahan losion antinyamuk.

Untuk mengusir nyamuk di dalam rumah, Anda cukup meletakkan beberapa pot berisi tanaman-tanaman tersebut di beberapa pojok rumah, seperti di dekat jendela atau pintu masuk. Anda juga bisa meletakkannya di teras sehingga tak banyak nyamuk yang akan berkeliaran di area tersebut.

 

6.  Kenakan pakaian tertutup saat keluar rumah

Dalam situs web Halodoc disebutkan, nyamuk Aedes aegypti biasanya aktif mencari mangsa pada siang dan sore hari. Untuk mengurangi risiko digigit nyamuk pada kedua waktu itu, sebaiknya Anda mengenakan pakaian yang menutupi sebagian besar kulit. Pada bagian yang tidak tertutup pakaian, olesi dengan losion antinyamuk agar tidak digigit nyamuk.

 

7.  Tidak menumpuk atau menggantung banyak baju

Nyamuk menyukai aroma tubuh manusia. Itulah kenapa banyak nyamuk yang senang bersarang di tumpukan atau gantungan baju yang sudah dipakai. Untuk mengurangi tempat bersarangnya nyamuk di dalam rumah, sebaiknya hindari menumpuk baju atau menggantungnya di gantungan baju berlama-lama.

 

8.  Pangkas dan bersihkan tanaman liar di sekitar rumah

Sisa air hujan kadang menggenang di dedaunan atau semak-semak. Bila tanaman dibiarkan lebat dan jarang dibersihkan, nyamuk Aedes aegypti bisa berkembang biak di situ. Maka itu, memasuki musim hujan ini, pastikan Anda memangkas tanaman liar dan pohon lebat di sekitar rumah. Periksa juga tanaman di pot, pastikan tidak ada air yang menggenang di dalamnya.

Pastikan juga tidak ada pot kosong yang dapat menjadi tempat menampung air dan berpotensi menjadi sarang nyamuk. Selain itu, kubur barang-barang tidak terpakai yang dapat menampung air, seperti plastik, kaleng, botol bekas, dan sebagainya.

8 Cara Mencegah DBD di Musim Hujan 2020

Selain melakukan delapan cara mencegah DBD di atas, ada juga cara-cara lain untuk melindungi keluarga dari penyakit tersebut. Bila di lingkungan tempat tinggal Anda sudah terjadi kasus DBD, mintalah kepada pengurus RT setempat untuk melakukan fogging, yaitu penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk di area yang luas.

Dalam situs web Hellosehat disebutkan bahwa fogging paling baik dilakukan antara pukul 5:30-:30 pagi atau sore antara pukul 4:30-6:30 malam. Kedua kurun waktu tersebut merupakan saat nyamuk sedang aktif keluar dari sarangnya, sehingga dapat dibasmi dengan fogging.

Dalam situs web Halodoc dijelaskan, fogging perlu dilakukan sebanyak dua kali. Fogging kedua dilakukan untuk membunuh jentik nyamuk yang tidak terbasmi pada fogging pertama.

Upaya lain untuk melindungi diri dari DBD adalah dengan pemberian vaksin dengue. Namun, tidak semua anak dapat diberi vaksin ini. Dalam situs web Halodoc dijelaskan bahwa vaksin dengue dapat diberikan kepada anak usia 9–16 tahun sebanyak 3 kali dengan jarak tiap vaksinasi selama 6 bulan. Pemberian vaksin dengue akan merangsang tubuh untuk membentuk sistem kekebalan yang kuat terhadap tipe virus dengue.

Orang yang mendapat diagnosis DBD biasanya harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Untuk mengantisipasi risiko sakit DBD dan harus menjalani penyembuhan di rumah sakit, Anda perlu memiliki persiapan yang baik, salah satunya dengan memiliki asuransi kesehatan.

Asuransi kesehatan dapat membantu Anda dalam menanggung biaya berobat maupun rawat inap saat Anda mendapat musibah terkena DBD. Namun, tidak semua asuransi kesehatan menawarkan manfaat yang maksimal. Pastikan Anda memilih produk asuransi kesehatan yang dapat membantu meringankan beban Anda, baik dalam hal pembiayaan maupun proses penyembuhan.

Asuransi Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life adalah asuransi kesehatan yang memberikan manfaat santunan rawat inap karena sakit atau kecelakaan, santunan rawat inap ICU/ICCU, santunan meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan, dan pengembalian premi (no-claim bonus).

Mega Hospital Investa juga memberi kemudahan kepada pemilik polisnya dalam memilih besar manfaat santunan yang dapat diterima, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tiap-tiap pemilik polis. Untuk pembayaran premi, Anda juga dapat memilih dilakukan tiap bulan atau tiap tahun, dengan paket yang paling pas dengan kondisi Anda.

Proses pengajuan klaim untuk Mega Hospital Investa pun termasuk mudah. Manfaatnya berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang hingga usia maksimal 60 tahun.

Dengan segala kemudahan yang ditawarkan oleh Mega Hospital Investa, tak ada alasan untuk menunda lagi memiliki asuransi kesehatan. Lakukan berbagai cara mencegah DBD, perkuat imunitas tubuh, dan lindungi keluarga dari risiko kerugian finansial akibat sakit dengan memiliki asuransi kesehatan sekarang juga.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.