Investasi

Apa Pentingnya Diversifikasi Portofolio Investasi?

PFI Mega Life
 26 Jul 2021
Diversifikasi portofolio investasi perlu dilakukan untuk memecah risiko kerugian hingga mengoptimalkan potensi keuntungan.

portofolio investasi

Apakah Anda sudah memulai investasi? Bagaimanapun investasi sangat penting untuk memastikan harta Anda tidak tergerus inflasi dan justru dapat memperoleh pengembangan. Untuk bisa mencapai tujuan tersebut, portofolio investasi Anda akan sangat menentukan.

Portofolio investasi yang bagus bukanlah yang menempatkan seluruh dana pada satu instrumen atau jenis investasi. Portofolio investasi yang baik adalah yang mempunya diversifikasi dari segi produk maupun instrumen.

Sayangnya, tidak semua orang memahami pentingnya diversifikasi portofolio investasi. Tidak semua orang pula mengetahui cara melakukan makna dan cara melakukan diversifikasi secara bijak. Jangan sampai Anda tergolong ke model investor yang tidak mengerti diversifikasi portofolio investasi. Memahami definisi sampai urgensi diversifikasi pun menjadi sangat penting bagi Anda yang sudah terjun dalam dunia investasi.

 

Mengenal Diversifikasi Portofolio Investasi

Definisi diversifikasi portofolio investasi sebenarnya sangat mudah. Maknanya sesimpel Anda menyebar penempatan dana Anda untuk diinvestasikan. Penyebaran ini dimaksudkan agar jika suatu risiko terjadi pada suatu instrumen investasi, kerugian Anda tidak akan membuat Anda bangkrut. Bahkan dengan melakukan diversifikasi investasi, Anda juga bisa memaksimalkan kemungkinan keuntungan.

Umumnya ketika melakukan diversifikasi portofolio, Anda sudah melirik terlebih dahulu beberapa instrumen investasi yang dianggap bisa menghasilkan pertambahan nilai yang memuaskan. Kebanyakan orang akan memilih membedakan karakteristik investasi untuk melakukan diversifikasi.

Karakteristik yang dimaksud mengarah pada banyak hal. Namun, yang biasanya paling dilihat adalah likuiditasnya. Dana yang memang untuk tujuan jangka panjang bisa ditempatkan ke instrumen investasi yang memiliki likuiditas rendah, seperti saham, reksa dana, juga obligasi. Lalu untuk tujuan jangka pendek, penempatan dana bisa disebar ke instrumen investasi yang berkarakter sangat cair, seperti logam mulia ataupun deposito sekalipun.

Selain dari sisi likuiditasnya, diversifikasi portofolio investasi sering kali disebar ke beberapa instrumen yang memiliki profil risiko berbeda. Ada konsep high return high risk. Ketika Anda memilih instrumen investasi dengan potensi keuntungan besar, Anda juga harus bersiap dengan risiko kehilangan uang yang juga besar. Namun dengan menyebar sebagian dana ke instrumen yang memiliki risiko rendah, Anda juga bisa meminimalkan nilai kehilangan uang. Di samping itu, kesempatan memperoleh keuntungan pun tetap ada, meskipun lebih kecil.

Contoh investasi yang memiliki risiko besar dengan potensi keuntungan besar adalah saham. Sementara itu, contoh investasi yang memiliki risiko kecil dengan potensi keuntungan terbatas adalah deposito atau obligasi. Jika ingin risiko yang tidak terlalu tinggi, namun Anda juga berharap keuntungannya cukup besar; Anda bisa memilih reksa dana.

 

Jenis Diversifikasi Investasi

Untuk melakukan diversifikasi, Anda bisa memilih 2 jenis tipenya. Tipe pertama adalah jenis diversifikasi portofolio investasi secara vertikal. Pilihan lainnya adalah diversifikasi portofolio investasi secara horizontal.

1. Diversifikasi Vertikal

Jenis diversifikasi investasi yang pertama adalah diversifikasi vertikal. Ini merupakan teknik melakukan penyebaran portofolio investasi dalam satu instrumen yang sama. Sebagai contoh, Anda memiliki investasi dengan jenis saham.

Tiap emiten pada saham memiliki tingkat risiko yang berbeda. Anda bisa melakukan penyebaran penempatan dana untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan. Sebagian dana bisa Anda tempatkan pada jenis saham yang tergolong aman dan jangka panjang serta memberikan deviden. Sebagian dana lainnya dapat ditaruh pada jenis saham yang fluktuatif dengan tingkat risiko besar, namun potensi keuntungan luar biasa.

2. Diversifikasi Horizontal

Ini merupakan model diversifikasi yang memecah penempatan dana pada berbagai jenis instrumen yang memiliki tingkat risiko, likuiditas, dan potensi keuntungan yang berbeda-beda.

Penempatan dana yang disebar ke berbagai model instrumen investasi akan membuat Anda bisa melihat instrumen mana yang terbaik untuk tujuan keuangan Anda. Anda pun dapat memisahkan jenis instrumen apa yang akan digunakan untuk tujuan jangka menengah dan mana yang untuk tujuan jangka panjang.

 

Pentingnya Lakukan Diversifikasi Portofolio Investasi

portofolio investasi

Pentingnya melakukan diversifikasi portofolio lebih mudah diterima dengan mengaitkan terhadap perumpamaan. Contohnya Anda memiliki 10 telur dan hanya menempatkannya pada satu keranjang. Maka ketika keranjang itu jatuh, seluruh telur pun akan pecah. Pecahnya telur ini menandakan besarnya kerugian yang dapat Anda alami.

Sementara itu, jika Anda membagi penempatan telur itu ke beberapa keranjang. Maka ketika satu keranjang jatuh, hanya sebagian telur yang pecah. Artinya, kerugian Anda dapat dikurangi dan tidak menyedot habis semua kepemilikan Anda.

Karena diversifikasi portofolio investasi sangat penting, Anda pun harus penuh pertimbangan ketika melakukannya. Beberapa hal mesti menjadi landasan Anda dalam penyebaran penempatan dana investasi yang Anda lakukan.

 

Tentukan Target Investasi

Portofolio investasi Anda sebaiknya menggambarkan tujuan finansial yang hendak Anda capai. Anda harus memiliki dahulu target investasi yang Anda harapkan. Sebagai contoh, mungkin ingin pergi haji, memiliki rumah, atau sebagai dana pensiun.

Dari target-target yang hendak Anda capai, barulah Anda bisa menyusun perkiraan instrumen investasi apa yang cocok untuk bisa memperoleh dana yang mengakomodasi target tersebut. Dari situ juga akan ketahuan model investasi apa yang sebaiknya Anda miliki, konservatif, moderat, atau agresif.

Kenali Batas Toleransi Risiko Saat Berinvestasi

Selain mengenali target yang hendak dicapai, Anda juga harus memahami batas toleransi risiko yang dapat Anda terima. Jangan sampai kehilangan sejumlah dana membuat Anda dalam masalah besar. Mengenali batas risiko berarti memahami seberapa besar dana yang tidak boleh hilang. Tentu ini berbeda tiap orang.

Anda bisa saja memiliki batas toleransi risiko sampai 20 persen dari total penempatan dana yang ada dalam portofolio investasi Anda. Namun pada orang lain, toleransi risikonya bisa lebih kecil atau justru lebih besar dari persentase Anda. Dari sinilah Anda kemudian bisa membagi penempatan dana ke instrumen-instrumen yang dinilai aman untuk tidak menimbulkan risiko yang lebih dari toleransi Anda.

Tentukan Rasio Alokasi Dana Investasi

Pemahaman akan profil risiko dan tujuan finansial akan membuat Anda bisa melirik instrumen investasi apa saja yang layak dipilih untuk penyebaran dana. Namun, tugas Anda belum selesai. Anda juga menentukan rasio penempatan dana dari tiap instrumen investasi dalam portofolio Anda.

Apabila profil risiko Anda tergolong agresif, Anda dapat menempatkan dana hingga 60 persen di instrumen berisiko tinggi seperti saham. Sisanya dibagi ke instrumen investasi dengan risiko rendah dan sedang. Sementara jika Anda termasuk investor konservatif, penempatan hingga 50 persen dana pada instrumen investasi yang tergolong berisiko rendah, seperti reksa dana pendapatan tetap dan obligasi, dapat Anda lakukan.

 

Lakukan Penyesuaian Diversifikasi Investasi

Diversifikasi portofolio investasi sebaiknya tidak hanya dilakukan satu kali. Anda perlu melakukan penyesuaian pada waktu-waktu tertentu. Memberikan rentang waktu yang rutin untuk melakukan diversifikasi, seperti tiap 3 atau 6 bulan sekali, juga cukup bijaksana.

Penyesuaian dapat Anda lakukan jika melihat kinerja instrumen investasi yang Anda pilih meleset dari strategi Anda mencapai tujuan finansial. Penyesuaian diversifikasi portofolio investasi juga dapat Anda lakukan apabila terjadi perubahan pada profil risiko ataupun target yang mau Anda capai.

***

Jangan menunda-nunda untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi. Jangan batasi pula instrumen investasi yang dapat Anda pilih. Anda bahkan bisa memilih asuransi sebagai salah satu jenis investasi yang cukup menjanjikan.

Asuransi dengan model unitlink memang berdaya guna ganda, yaitu sebagai pelindung sekaligus sebagai pengembang dana. PFI Mega Life sendiri menawarkan model asuransi Mega Prima Link. Asuransi jiwa ini mampu memberikan perlindungan terbaik akan hidup Anda, dengan kesempatan berinvestasi untuk mempersiapkan setiap kebutuhan finansial di masa mendatang.

Apabila Tertanggung mencapai usia 100 tahun, maka Manfaat Akhir Polis akan dibayarkan sebesar Nilai Polis. Selanjutnya, pertanggungan asuransi berakhir. Dan apabila Tertanggung meninggal dunia dalam masa asuransi, maka Manfaat Meninggal Dunia akan dibayarkan maksimal sebesar 100% Uang Pertanggungan Asuransi Dasar, ditambah seluruh Nilai Polis. Selanjutnya, pertanggungan asuransi dinyatakan berakhir.

PT PFI Mega Life Insurance terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.