Investasi

Menjadi Investor Aktif atau Investor Pasif?

PFI Megalife
 19 Sep 2018
Di dalam dunia investasi, ada dua strategi yang digunakan, yaitu investasi aktif dan investasi pasif. Mari mengenal kedua strategi ini agar Anda lebih cermat dalam berinvestasi

Investor Aktif atau Investor Pasif

Dalam dunia investasi, ada dua strategi yang kerap digunakan oleh para investor handal. Yang pertama ada strategi investasi aktif, yang kedua adalah strategi investasi pasif. Keduanya adalah strategi investasi yang memiliki karakteristik dan risikonya masing-masing.

Mengenali kedua hal itu penting untuk Anda yang memang memiliki ketertarikan berinvestasi. Sehingga Anda tidak salah menyikapi dan mengambil langkah dalam mengelola aset finansial Anda. Untuk lebih memahami lebih jauh apa itu investasi aktif dan pasif, serta kapan harus menggunakan kedua strategi itu, mari simak ulasan berikut.

Apa itu Investor Aktif?

Investor aktif atau active investing adalah sebuah strategi investasi yang memerlukan tindakan investasi secara berulang-ulang. Artinya, Anda sebagai investor akan secara rutin membaca kinerja investasi Anda, lalu secara cekatan mengambil sikap baik membeli dan menjual investasi Anda sesuai analisa yang Anda lakukan. Strategi ini membutuhkan kejelian dalam membaca keadaan. Untuk itu, tren pasar, kondisi ekonomi dan politik, kinerja perusahaan (emiten), semuanya merupakan faktor yang berdampak terhadap pengambilan keputusan dalam strategi investasi aktif.

Contohnya yang tepat adalah investasi saham. Seorang investor saham yang handal secara aktif akan terus memantau keadaan, untuk kemudian mengambil keputusan kapan ia harus membeli saham dan kapan saat yang tepat untuk menjualnya. Aktivitas seperti inilah yang membuat investasi aktif membutuhkan biaya yang lebih, karena perlu ada biaya yang dikeluarkan setiap kali terjadi tranksaksi. Selain itu, risiko kegagalan pun jauh lebih besar meskipun memang menawarkan potensi keuntungan yang menggiurkan.

Semakin sering seorang investor aktif berhasil membaca peluang dengan tepat, maka semakin besar juga keuntungan yang ia dapatkan. Sebaliknya, ia juga bisa merugi apabila ia kurang jeli dalam membaca data yang terjadi dan mengambil keputusan yang salah.

Apa itu Investor Pasif?

Berkebalikan dengan investor aktif, strategi investasi pasif adalah membiarkan investasi Anda mengikuti naik turun performa indeks pasar, tanpa perlu sering bereaksi. Strategi ini tepat untuk Anda yang ingin berinvestasi jangka panjang, sehingga tidak harus selalu memantau kinerja investasi Anda setiap hari.

Bagi seorang investor pasif, memiliki prinsip untuk tidak tergoda geliat pasar pun menjadi hal yang penting. Hal ini untuk menghindarkan diri Anda dari godaan untuk bereaksi atau pun mengantisipasi berbagai perkembangan di pasar.

Strategi ini juga membutuhkan biaya yang lebih rendah dibanding investasi aktif karena tidak banyak biaya yang keluar untuk aktivitas jual beli. Selain itu, investasi ini juga cocok untuk Anda yang ingin menghindari risiko karena memang tidak membutuhkan banyak analisis dan manuver. Beberapa contoh jenis investasi yang sesuai dengan strategi ini adalah investasi properti, asuransi unit link, atau deposito.

Mana yang Lebih Menguntungkan?

Setelah mengenal dua strategi tersebut tentu Anda bertanya-tanya strategi mana yang lebih menguntungkan. Jawabannya, Anda harus kembali berkaca pada karakter dan tujuan Anda berinvestasi.

Jika Anda berencana menjadikan investasi menjadi sumber penghasilan utama Anda, strategi investasi aktif menjadi pilihan yang tepat. Memang strategi ini membutuhkan kejelian dan pengalaman dalam melakukannya, namun dengan risiko yang tinggi tersebut Anda bisa meraih keuntungan yang lebih besar.

Sementara strategi investasi pasif cocok untuk Anda yang memang tidak ingin terfokus pada kegiatan investasi yang terlalu menyibukkan. Anda hanya perlu menanamkan sejumlah uang di instrumen investasi yang Anda pilih, lalu Anda membiarkannya tumbuh seiring waktu dan memanen hasilnya di hari tua nanti.



Baik strategi investasi aktif maupun investasi pasif sama-sama bisa menguntungkan selama Anda cermat menjalankannya. Pastikan juga Anda memilih strategi yang sesuai dengan karakteristik dan kesiapan finansial Anda sehingga tidak mengganggu kebutuhan Anda sehari-hari.

Selain itu, sebagai seorang investor pastikan Anda tidak latah dan mudah terpancing tren sesaat. Tren investasi memang sering kali tidak terprediksi dan mudah berubah arah dalam waktu singkat. Jika Anda tergiur untuk terus mengejar tren semacam ini, bisa jadi Anda malah blunder dan merugi.

Tetapkan rencana investasi, lalu terapkan dengan disiplin dan hati-hati. Dengan begitu, apapun strategi yang Anda gunakan bisa dipastikan bisa memberikan manfaat finansial yang akan menguntungkan Anda.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGIRIMKAN KOMENTAR ANDA

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.