Finansial

Ajari Anak Kuliah 5 Cara Mengatur Uang Ini

PFI Finance
 20 Sep 2018
Fase kuliah bukan hanya fase untuk memperdalam ilmu akademik, namun juga skill lainnya. Salah satunya skill mengatur keuangan. Simak 5 tips finansial untuk anak kuliahan ini.

Anak kuliah

Kemampuan mengatur keuangan tidak hanya untuk orang dewasa, tapi juga untuk anak-anak. Jika Anda memiliki anak yang sebentar lagi akan pergi kuliah untuk pertama kalinya, inilah saat yang tepat untuk mengajari dia tentang cara mengatur uang dengan bertanggung jawab.

Kepintaran mengatur uang adalah skill yang akan berguna apalagi jika anak Anda akan hidup jauh dari rumah untuk pertama kalinya. Karena itu, mereka harus memahami bagaimana menggunakan uang bulanan yang Anda kirimkan untuk menutupi segala keperluan inti, termasuk sandang, papan, dan pangan.

5 Cara Mengatur Uang Untuk Anak Kuliah

Dari semua cara mengatur uang, berikut yang paling utama dibagikan dengan anak Anda yang siap menjadi mahasiswa atau mahasiswi.

1. Membuat anggaran sederhana

Bersama-sama dengan anak Anda, rancanglah sebuah anggaran sederhana yang menghitung pengeluaran bulanan untuk akomodasi, transportasi, makanan, dan uang jajan. Anda bahkan bisa membantu anak Anda untuk mengerucutkan anggaran bulanan tersebut ke setiap minggu supaya dia tidak kehabisan uang di pertengahan bulan.

Anggaran yang dihitung tentunya di luar biaya semester dan buku, yang Anda bisa transfer langsung ke universitas. Membiasakan hal ini pada anak cukup penting agar ia bisa mengatur keuangannya dengan rinci dan terhindar dari gaya hidup boros.

2. Membuat skala prioritas pengeluaran

cara mengatur keuangan

Ini mungkin pertama kalinya bagi anak Anda untuk memegang uang sendiri. Dan tentunya, akan banyak godaan-godaan untuk membeli hal-hal yang sebetulnya tidak perlu. Maka, ajari anak Anda untuk membuat skala prioritas.

Ajarkan bahwa membayar akomodasi menjadi hal pertama yang dia lakukan ketika menerima kiriman uang. Setelah itu, dia harus sisihkan uang untuk makan dan transportasi. Jika ada sisa, barulah bisa dialokasikan anak untuk keperluan hiburan, tabungan, atau dana darurat

3. Mencari cara untuk hemat

Ada banyak cara untuk menghemat uang sebagai mahasiswa. Ajari anak Anda untuk memasak beberapa menu sederhana namun sehat karena memasak makanan sendiri bisa lebih murah dibanding membeli.

Jika anak Anda akan tinggal dekat kampus dan keadaan sekeliling aman, sepeda adalah alat transportasi yang bisa digunakan. Selain hemat, moda transportasi ini juga ramah lingkungan.

4. Menggunakan kartu debit atau kredit dengan bijak

mengatur keuangan

Mungkin Anda memutuskan untuk membekali anak Anda dengan sebuah kartu debit atau kredit. Mempunyai alat pembayaran tersebut sangatlah penting, apalagi jika anak Anda akan kuliah di luar negeri di mana mayoritas transaksi dilakukan secara cashless.

Di sisi lain, memiliki kartu debit ataupun kredit bisa sangat menggiurkan untuk berbelanja tanpa kontrol. Sebab itu, ajari anak Anda cara tepat menggunakan kartu kredit.

Kartu kredit sebaiknya untuk pembelian penting dan mendesak, seperti buku kuliah atau kebutuhan medis. Selain itu, ajarkan ia juga untuk menghitung tanggungan kartu kreditnya sendiri. Pastikan ia menggunakannya secara bertanggung jawab dan tidak terjebak gaya hidup konsumtif yang merugikan.

5. Mencatat pengeluaran

Mencatat pengeluaran, mulai dari yang terkecil hingga terbesar, membutuhkan kedisiplinan. Akan tetapi, kebiasaan ini perlu dibangun karena dengan mencatat pengeluaran, anak Anda bisa mengetahui kalau dia sudah mulai melampaui anggaran per bulan.

Catatan pengeluaran juga akan membantu anak Anda untuk melihat apa saja yang menjadi pengeluaran terbesar dia dan apakah ada penghematan yang dia bisa lakukan. Kebiasaan ini bisa menjadi modal baik baginya dalam menjalani kehidupan yang lebih mandiri di masa yang akan datang.



Fase kuliah tidak hanya fase di mana anak Anda akan mendapat ilmu akademik yang lebih dalam, namun juga fase di mana anak akan belajar lebih mandiri dan bertanggung jawab. Salah satunya, adalah dengang bertanggung jawab mengatur keuangannya sendiri.

Tentu anak Anda butuh bimbingan agar ia bisa lihai mengelola keuangannya sendiri. Sebagai orang tua, Anda wajib memberikan arahan dengan penuh kesabaran. Komunikasi juga menjadi hal penting agar proses belajar anak bisa semakin lancar. Jika sudah terbiasa, skill ini akan sangat bermanfaat, terutama saat nanti akhirnya anak Anda sepenuhnya mandiri dalam menjalani kehidupannya sendiri.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.