Finansial

6 Prioritas Keuangan Pasangan yang Perlu Dipersiapkan Pasca Menikah

PFI Megalife
 19 Sep 2018
Setelah menikah, perlu ada perencanaan keuangan pasangan guna memenuhi berbagai kebutuhan bersama. Ini dia 6 hal yang layak kamu prioritaskan terlebih dahulu.

Prioritas Keuangan Pasangan

Setelah melangsungkan pernikahan, tentu masih ada berbagai tantangan yang menanti Anda dengan pasangan di masa depan. Salah satunya adalah tantangan untuk menjawab berbagai kebutuhan keluarga.

Sudah hidup bersama, kini pemenuhan kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier, menjadi beban finansial bersama yang menghantui keuangan pasangan yang baru menikah. Namun, beban itu bisa menjadi ringan apabila sejak awal Anda dan pasangan sudah memiliki rencana keuangan dan skala prioritas yang jelas.

Jangan terkecoh dengan berbagai gaya hidup yang bisa membuat Anda menjadi boros dengan membeli berbagai hal yang kurang perlu. Mari, simak 6 hal yang wajib menjadi prioritas agar keuangan pasangan bisa senantiasa tumbuh secara sehat:

Prioritas Keuangan Pasangan yang Perlu Dipersiapkan Pasca Menikah

1. Rumah

Rasanya tidak ada yang perlu dipertanyakan kenapa Anda dan pasangan perlu memprioritaskan membeli rumah idaman sesegera mungkin. Pertama,  rumah memang merupakan kebutuhan primer agar keluarga Anda bisa tinggal dan beristirahat dengan nyaman.

Kedua, selain sebagai tempat tinggal, rumah merupakan bentuk investasi minim risiko yang menjanjikan kenaikan nilai yang pasti. Sayangnya, harga rumah dari tahun ke tahun pun selalu naik seiring dengan meningkatnya  peminat properti yang mencari rumah tinggal ideal. Harga tersebut bisa memberatkan bagi keuangan pasangan baru. Itu sebabnya, sejak awal, membeli rumah wajib menjadi prioritas. Tujuannya adalah agar Anda bisa segera memiliki tempat tinggal ideal sebelum harga properti melambung terlalu tinggi.

2. Asuransi Jiwa

Sebagai pasangan muda, tentu Anda sedang berupaya memperkuat pondasi finansial keluarga agar bisa bertahan hingga hari tua. Untuk itu, pastikan Anda melibatkan perhitungan layanan asuransi jiwa pada saat membuat rencana keuangan pasangan.

Manfaat asuransi jiwa mungkin tidak dapat langsung dirasakan secara instan, namun fungsi proteksinya sangat penting dalam melindungi kestabilan finansial Anda dan pasangan jika sewaktu-waktu hal buruk terjadi. Dengan memiliki asuransi jiwa, Anda tidak perlu merogoh uang tabungan saat Anda sakit atau bahkan meninggal dunia. Sehingga uang tabungan tersebut tetap bisa fokus digunakan untuk mengejar berbagai prioritas lainnya.

3. Tabungan Pendidikan Anak

Tabungan Pendidikan Anak

Tingginya kenaikan biaya pendidikan Anak membuat hal tersebut perlu dipersiapkan secara matang oleh Anda selaku orang tua. Berbagai lembaga melansir bahwa Indonesia memiliki kenaikan biaya pendidikan hingga mencapai angka 15% setiap tahunnya. Artinya, Anda harus memproyeksikan kebutuhan pendidikan anak sejak dini, agar bisa segera menyiapkan keuangan bersama pasangan.

Salah satu cara menyiapkan biaya pendidikan anak yang banyak dipilih oleh pasangan muda adalah dengan memiliki tabungan pendidikan yang kini banyak disediakan bank. Bunga yang dijanjikan hampir sebesar bunga deposito, yaitu sekitar 5% hingga 6% per tahun. Jadi tabungan pendidikan ini memang lebih menguntungkan daripada menabung dengan sistem biasa.

Selain itu, ada juga asuransi yang memungkinan Anda mendapat bunga lebih tinggi, yakni dengan rata-rata bunga 15%-23% tiap tahunnya. Jika Anda ingin memberikan proteksi sekaligus mencari keuntungan yang lebih tinggi, pilihan menggunakan investasi pendidikan bisa Anda pertimbangkan.

4. Membahagiakan Orang Tua

Menikah tidak lantas membuat tanggung jawab Anda untuk membahagiakan orang tua menjadi berkurang. Justru, bisa jadi kini orang tua Anda membutuhkan perhatian lebih karena mereka sudah mulai memasuki masa tua mereka.

Untuk itu, pastikan Anda memberikan perhatian yang layak bagi orang tua Anda. Perhatian itu bisa berupa jaminan kesehatan, seperti asuransi ataupun menjadwalkan medical check up secara berkala. Bentuk perhatian yang tidak kalah penting ialah waktu yang Anda luangkan untuk berkunjung secara rutin dan berkomunikasi dengan mereka. Hal-hal tersebut penting untuk Anda biasakan sebagai bentuk kasih sayang dan balas budi atas jasa kedua orang tua Anda selama ini.

5. Dana Pensiun

Di masa muda, Anda tentu menganggap bahwa masa pensiun masih sangat jauh dan belum saatnya dipikirkan. Padahal, beberapa penasehat finansial sudah mengungkapkan bahwa Anda harus segera menyiapkan dana pensiun begitu Anda sudah mulai memiliki pendapatan tetap. Apalagi jika Anda bukan Pegawai Negeri Sipil, bisa dipastikan penghasilan Anda akan menurun drastis ketika memasuki masa pensiun karena tidak ada tunjangan pensiun dari mantan perusahaan Anda.

Dana pensiun yang Anda siapkan bisa berupa investasi seperti properti atau barang antik, atau bisa jadi deposito berjangka, sehingga nilainya terus tumbuh dan tidak termakan inflasi. Selain itu, beberapa bank juga menyediakan program tabungan pensiun yang bisa menjadi alternatif bagi jaminan keuangan pasangan di masa tua.

6. Kendaraan Pribadi

Jika penghasilan Anda sudah cukup untuk memenuhi berbagai keperluan di atas, artinya sudah saatnya Anda memikirkan kebutuhan untuk membeli kendaraan pribadi. Secara nilai, kendaraan memang bukan jenis investasi yang tepat karena nilainya akan terus menurun. Namun, kendaraan dapat memberikan berbagai manfaat yang bisa membantu Anda meningkatkan taraf hidup Anda.

Dengan memiliki kendaraan, mobilitas dan produktivitas Anda akan terbantu, sehingga Anda bisa lebih leluasa mengembangkan karier Anda. Adanya kendaraan seperti mobil juga bisa Anda manfaatkan untuk mengajak keluarga berwisata jika rencana keuangan pasangan yang Anda siapkan telah berjalan mulus dan berbuah positif.



Tentu butuh waktu bagi Anda untuk bisa menjalankan rencana keuangan pasangan secara lancar, karena memang masalah yang dihadapi oleh pengantin baru bukan hanya soal perkara finansial saja. Tapi, dengan adanya kesadaran dan komitmen, pelan-pelan hal ini akan menjadi kebiasaan positif yang bisa sangat membantu kesehatan finansial keluarga Anda untuk jangka panjang.

Selain komitmen, komunikasi adalah hal yang tidak kalah penting. Anda harus terbuka mengenai keadaan finansial masing-masing sambil terus saling mengingatkan tentang prioritas mana yang harus diutamakan. Kedua hal tersebut adalah kunci mewujudkan keuangan pasangan yang sehat dan sejahtera.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.