Finansial

5 Strategi Menabung Dana Darurat

PFI Megalife
 20 Sep 2018
Ini adalah 5 cara untuk membantu Anda menabung dana darurat.

Dana darurat

Perencanaan keuangan yang baik membantu untuk menangani berbagai kejadian tidak terduga dalam hidup. Karena itu, menyimpan dana darurat, atau sejumlah uang yang ditabung untuk keadaan mendesak, sangatlah penting untuk menyelamatkan Anda saat situasi mendesak.

Seperti yang sering disarankan, besar dana darurat harus cukup untuk menutupi pengeluaran selama minimal tiga bulan. Lalu, bagaimana strategi menabung dana darurat diantara banyaknya tuntutan keuangan lain, seperti membayar kredit dan membayar asuransi?

Untungnya, Anda bisa membangun dana darurat perlahan-lahan. Adapun tips-tips ini yang Anda bisa lakukan untuk memperlancar upaya untuk mempunyai dana darurat.

Strategi Jitu Menabung Dana Darurat

1. Buka tabungan baru

tabungan online

Anda pasti setidaknya memiliki tabungan biasa untuk menyimpan penghasilan. Tabungan konvensional ideal untuk tabungan jangka pendek dan menengah karena dana bisa ditarik dengan mudah kapan saja.

Dana darurat juga harus mudah dicairkan saat dibutuhkan. Namun sebaiknya, Anda memisahkan tabungan sehari-hari dengan yang untuk dana darurat. Ini supaya Anda tidak tergoda menggunakan dana darurat untuk kebutuhan yang tidak mendesak.

Anda bisa membuka tabungan biasa baru atau memilih tabungan berjangka, seperti deposito. Pilihlah deposito dengan jangka pendek, seperti 3 atau 6 bulan supaya dana Anda tidak terkunci untuk waktu yang lama. Salah satu keuntungan dari deposito adalah bunga yang lebih tinggi dibanding tabungan biasa.

2. Alokasikan dana darurat tiap bulan

Setelah menyiapkan tabungan khusus, hitunglah jumlah yang Anda bisa kesampingkan untuk dana darurat setiap bulannya. Caranya adalah pertama, tentukan berapa besar pengeluaran dasar Anda untuk setidaknya tiga bulan. Pengeluaran dasar Anda termasuk akomodasi dalam bentuk cicilan KPR atau biaya sewa, makan sehari-hari, dan transportasi. Angka ini akan menjadi target menabung Anda.

Lalu, hitunglah pengeluaran Anda per bulan dan tentukan berapa yang Anda bisa kesampingkan setiap bulannya untuk tabungan dana darurat. Yang terpenting di sini adalah Anda bisa menambahkan uang, walaupun sedikit, setiap bulannya.

3. Fasilitas Auto-Debet

Internet banking

Gunakan fasilitas auto-debet untuk secara otomatis memindahkan uang dari tabungan biasa ke tabungan dana darurat Anda. Ini akan mencegah Anda menggunakan uang yang seharusnya untuk dana darurat untuk belanja sehari-hari.

Tanpa disadari, tabungan dana darurat Anda akan semakin bertumbuh setiap bulannya dan ini akan menjadi kepuasan tersendiri.

4. Masukkan pemasukan tambahan ke dana darurat

Taruhlah pemasukan tambahan, seperti bonus atau uang reimburse kantor, langsung ke tabungan dana darurat jika Anda tidak membutuhkannya untuk membayar sesuatu yang penting.

Atau, mungkin Anda baru mengantongi pendapatan tambahan dari usaha sampingan, seperti berjualan online, atau arisan teman-teman SMA. Uang lebih yang Anda dapatkan juga bisa disalurkan ke tabungan dana darurat.

5. Telusur pengeluaran Anda

Masukkan setiap pengeluaran ke sebuah daftar agar bisa meneliti pola konsumsi Anda. Temukan kebiasaan pengeluaran yang kurang penting, seperti membeli kopi dari kafe, dan gantilah dengan pilihan lebih hemat.

Contohnya, Anda bisa meminum kopi yang disediakan kantor atau membeli kopi sachet yang harganya dibawah kopi kafe. Pengeluaran-pengeluaran seperti ini, jika disatukan, jumlahnya bisa lumayan dan lebih baik jika ditabung.



Menabung dana darurat mungkin terlihat susah karena Anda harus menyisihkan uang yang sebenarnya ingin digunakan untuk belanja atau pergi makan di akhir pekan bersama teman.

Namun, Anda akan merasakan begitu bermanfaatnya dana darurat jika Anda tiba-tiba perlu membetulkan kendaraan ataupun harus mendapat perawatan medis. Jadi, lebih baik sediakan payung sebelum hujan.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.